Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Go-Car, Grab Car, Uber Car, Manakah yang Lebih Baik?

15.42 Ecky Agassi 9 Comments Category : ,

Bismillah.


Saat libur Lebaran 2016, saya, Dini, dan Fatih beberapa kali menyempatkan untuk jalan rekreasi bersama. Agar lebih praktis kami sering berpergian menggunakan transportasi mobil online on demand (Go-Car, Grab Car, dan Uber Car adalah yang paling populer). Dari pengalaman saya sejauh ini, saya bisa menyimpulkan bahwa sistem Uber Car adalah yang paling baik dalam segi user experince (pengalaman pengguna).

Kesimpulan saya diawali dengan seringnya kami kesulitan dalam memesan mobil dari tiga aplikasi tersebut. Kami terbiasa menggunakan Grab Car karena lebih familiar, namun ternyata pemesanan mobil sering gagal walaupun di maps banyak armada Grab Car yang standby. Hal ini terjadi khususnya di jam sibuk, lokasi pick up atau tujuan yang jauh, jalanan yang macet, dan cuaca yang kurang bersahabat.

Lalu kami pernah mencoba menggunakan Go-car karena beberapa kali ongkosnya lebih murah. Setelah mencoba dengan keadaan yang sama seperti diatas, pemesanan juga sama sulitnya, ditambah lagi armada Go-Car yang belum sebanyak Grab Car.

Bagaimana dengan Uber Car? Pengalaman saya menunjukkan ternyata menggunakan Uber Car lebih baik dalam segi pemesanan mobil. Dalam kondisi yang sama sulitnya seperti diatas, pemesanan mobil dengan Uber Car jauh lebih mudah.
  1. Beberapa kali ngobrol dengan driver transportasi online sekaligus mengamati sistemnya, ternyata ada keunggulan yang dimiliki sistem di Uber.Driver Uber tidak bisa mengetahui lokasi pickup maupun lokasi tujuan dari customer. Hal ini bagus karena driver tidak bisa pilih-pilih customer (walaupun hal ini di-trade off dengan sistem surge pricing yang membuat ongkos lebih mahal). 
  2. Surge Pricing. Walaupun surge pricing memberatkan customer, namun dari sisi driver hal ini adalah hal yang baik karena driver bisa mendapatkan ongkos lebih adil yang disesuaikan dengan kondisi perjalanan (macet/ permintaan tinggi).
  3. Poin terakhir menurut saya menarik. Selain customer yang bisa memberikan rating kepada driver, ternyata driver juga bisa memberikan rating kepada customer. Implikasi dari sistem ini adalah adanya balancing antara driver dan customer untuk bersikap baik dan wajar dalam menggunakan transportasi online. Driver dengan rating jelek pasti berpengaruh pada tingkat pembatalan pesanan dari customer, atau ekstremnya, Uber bisa memutus kerjasama dengan driver. Lalu customer dengan rating jelek pun akan membuat pesanannya lebih sulit di-accept oleh driver. Sama dengan customer, tentu driver menginginkan customer dengan rating yang tinggi untuk menjadi penumpangnya.
Jika dianalisa lebih jauh, tentu akan ada plus minus dari sistem Uber, misalnya pandangan bahwa tidak adil jika driver tidak tau tujuan penumpang karena hal bisa merugikan driver, apalagi Grab Car dan Go-Car tidak menggunakan sistem surge pricing. Tujuan customer yang melalui lokasi macet, pelosok, dsb akan merugikan driver. Lalu misalnya pendapat bahwa customer adalah orang yang membayar jasa transportasi sehingga customer tidak perlu diberikan rating oleh driver.

Walaupun ada plus dan minus, menurut saya hal-hal tersebut hanyalah perbedaan dalam kebijakan perusahaan untuk memberikan user experience yang terbaik bagi customer. Di pasar transportasi online yang sangat kompetitif, sedikit perbedaan tentu akan sangat berpengaruh.

Jadi, berdasarkan pendapat saya sejauh ini Uber Car adalah yang terbaik dari segi user experience di Indonesia. Kalo menurut anda bagaimana? :)

--
Ecky, Kendari 17 Juli 2016

Disclaimer: Tulisan ini adalah pendapat pribadi dan tidak terafiliasi sedikitpun dengan Go-Jek, Grab Car, dan Uber Car
.
*Jika tertarik dengan transportasi online, saya membahas mengenai funding transportasi online di Transportasi Online Menggunakan Model Money Game, Benarkah?
*Sumber gambar dari Bali Star News

Terima Kasih :)

RELATED POSTS

9 comments

  1. Saya belum pernah menggunakan transportasi online, baik mobil atau sepeda motor. Kalau dalam hal pendapatan pengalaman teman saya yang jadi sopir mobil, di grab lebih oke. Saya belum punya pembanding sopir go car, dan uber car.
    Kalau ke Jakarta nanti boleh juga nih menjajal transportasi online ini.
    Selamat hari raya idul fitri 1437 H, maaf lahir dan batin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas, boleh kapan-kapan dicoba dan dibandingkan, hehe
      Selamat Hari Raya Idul Fitri 1437H, mohon maaf lahir dan batin juga mas :)

      Hapus
  2. Go go go Uber gooo.. #TeamUber haha

    BalasHapus
  3. Konsumen di Makassar tidak memiliki banyak pilihan. Taksi. Haha... Go-Jek sdh ada sih, tp belum tersedia layanan Go-Car.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan kedepan akan makin banyak pilihan di Makassar mas, hehe

      Hapus
  4. soal tindak kriminalitas di 3 jasa mobil taksi online tersebut menurut admin bagaiamana ya? sepertinya di uber lebih rawan karena tidak tahu lokasi asal dan tujuanny.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk keamanan saya belum bisa berkomentar banyak, dari ketiga aplikasi tersebut sama-sama mengandung risiko. Memang dari sisi driver, Uber lebih berisiko karena driver tidak mengetahui tujuan penumpang (saya belum mengetahui bagaimana metode preventif Uber dalam risiko tersebut).

      Hapus
  5. Uber potongan argo 25% biaya koperasi 25 rebu/minggu,grab 20℅ -instensif 20%- denda 300rebu s/d 700 rebu dan kalau gocar pure tidak ada potongan apapun buat driver..tega kah kita potongan terjadi sedang yang bekerja driver online, ubre dan gber milik asing .. Aturan nya memberatkan driver..kalau gocar karya anak bangsa..sebagai manusia yg lahir dan mati di negri ini ..mari cintai produk negri sendiri..gocar sangat adil dan bijaksana kpd driver nya.

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email