Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Garis Tangan

20.35 Ecky Agassi 6 Comments Category :

Bismillah.


Belum lama ini salah seorang petinggi BNI Syariah datang ke kantor saya di Kendari. Beliau datang dalam rangka silaturahmi dan sinergi perusahaan di grup BNI.

Dalam silaturahmi tersebut beliau sharing berbagai pengalamannya di dunia perbankan, sudah begitu banyak asam garam dunia perbankan beliau rasakan sehingga sharing dari beliau merupakan ilmu berharga bagi kami. Beliau meminta kami, khususnya yang sedang jauh dari keluarga, untuk senantiasa bersabar dalam menjalankan pekerjaan.

Dalam sharing yang tidak sampai setengah jam tersebut, beliau menutupnya dengan salah satu cerita yang menurut saya menarik. Beliau meminta kami untuk mengangkat tangan dan membuka serta melihat telapak tangan kami.

“Angkat telapak tangan kalian dan lihat garis tangannya, anggap itu adalah garis kehidupan kalian. Semua sudah digariskan sejak kalian lahir. Sekarang coba kalian genggam telapak tangan kalian dengan jemari membentuk kepalan tangan. Kalian lihat, tidak semua garis tangan kalian bisa tertutup dan kalian pegang dengan jemari tangan kalian
Kalian lihat, hanya sebagian dari garis tangan kalian yang dapat kalian kontrol. Hanya sebagian dari kehidupan kalian yang bisa kalian tentukan sendiri. Kalian harus ingat, bahwa Allah Swt yang menentukan garis kehidupan kalian, bukan kalian sendiri. Untuk itulah pentingnya agar kita senantiasa berdoa kepada yang Maha Menentukan.”
Setelah bercerita mengenai garis tangan, beliau pamit lalu menyalami kami satu persatu.

**

Sebuah kisah sederhana yang mengingatkan bahwa saya bahwa saya tidak bisa mengontrol hidup saya sepenuhnya. Bahwa Allah Swt yang tau dan berhak menentukan apa yang terbaik untuk saya. Tugas kita hanya berusaha dalam hal yang bisa kita usahakan, berdoa, lalu menyerahkan sisanya kepada yang Maha Menentukan.

Keep trying and praying, and let Allah do the rest. 

--
*karena adanya keterbatasan, dialog diatas bukanlah sebuah verbatim, tapi tidak mengurangi inti dari cerita ybs
*picture taken from frozencanuck's flickr

RELATED POSTS

6 comments

  1. Memang selalu menarik ketika membahas apakah hidup itu deterministik atau tidak. Saya sendiri berkeyakinan di tengah-tengah.. hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. akan sangat rumit jika harus membahas tentang takdir, apalagi secara filosifis.
      Namun bukankah secara sederhana kita paham? Dalam hidup kita wajib berusaha, tapi tetap Allah Swt yang menentukan.
      :)

      Hapus
  2. Kadang saya gak suka dengan orang yang mendewakan garis telapak tangan. Bagi saya garis telapak tangan itu adalah berusaha maksimal yang terbaik, soal hasil hak mutlak Allah swt. Bagaimana menyalahkan garis tapak tangan usaha gak maksimal dan terbaik? Hehe...
    Salam, Inter loyo setengah musim, :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan diatas, Mas Alris, bukan untuk mendewakan telapak tangan, jauh dari itu.
      Tulisan diatas adalah analogi sederhana bahwa apa yang kita alami bukan sepenuhnya ada dalam kontrol kita, sesuai dengan kata-kata Mas Alris, "Bagi saya garis telapak tangan itu adalah berusaha maksimal yang terbaik, soal hasil hak mutlak Allah swt" :)

      iya nih Inter, semoga bisa angkit lagi di akhir :D

      Hapus
  3. Mantap mas. kita hanya dituntut untuk berusaha. sedangkan hasilnya serahin aja ama Allah. teruslah berkarya mas.mari membangun indonesia dengan membaca dan menulis.. silahkan mampir mas.hehe

    awalalbukhari.wordpress.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas komentarnya Mas Awal, semoga kita bisa menjadi manusia yang bermanfaat lewat membaca dan menulis ya :)

      Hapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email