Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Walk in Our Shoes

18.07 Ecky Agassi 2 Comments Category : ,

Bismillah. Ada hal menarik di papan atas Liga Italia Serie-A pekan ke-12 ini. Di pekan ini, Inter dan Fiorentina memiliki poin yang sama yaitu 27, dengan Inter mendapatkan 8 kemenangan, 3 seri, dan 1 kalah, dan Fiorentina mendapatkan 9 menang, tidak pernah seri, dan 3 kali kalah. Walaupun mendapatkan poin yang sama, Fiorentina berada satu peringkat di atas Inter karena menang dalam selisih gol.

Inter dan Fiorentina berada di puncak klasmen Serie-A dengan cara yang sangat berbeda. Dalam 12 pekan pertandingan Serie-A, Inter bermain dengan filosofi yang sangat Italia, defensif dan pragmatis. Sejauh ini Inter memiliki selisih gol +5, hasil dari 12 mencetak gol dan 7 kebobolan. Praktis, Inter adalah tim dengan catatan kebobolan yang paling minim di Serie-A, kokoh adalah kata yang tepat menggambarkan Inter. Permainan Inter berkebalikan dari Fiorentina yang memainkan sepakbola possession dan offensive. Saat ini Fiorentina memiliki selisih gol +15, hasil dari 24 mencetak gol dan 9 kebobolan. Catatan ini menjadikan Fiorentina tim ke-2 yang paling produktif dalam mencetak gol, hanya 3 gol lebih sedikit dari peringkat ke-3, AS Roma.

Perbedaan permainan Inter dan Fiorentina dapat kita lihat dalam statistik dibawah ini,

(sumber: Gazzeta World)

Inter melakukan pendekatan sepakbolanya dengan kekuatan fisik dan disiplin yang tinggi. Inter memiliki statistik yang mencolok dalam rata-rata headers per match (73,67), bandingkan dengan Fiorentina yang “hanya” 49,58 per match. Inter juga memiliki headers per match yang jauh lebih tinggi walaupun tinggi rata-rata pemain Inter masih berada dibawah Fiorentina (182,5 cm berbanding 183,5 cm). Inter juga memiliki rata-rata challenges won per match yang lebih tinggi dibanding Fiorentina (13,92 berbanding 12), yang artinya Inter lebih ngotot dan agresif dalam duel antar pemain.

Di sisi lain, Fiorentina sangat unggul dalam statistik rata-rata passing per match (630 berbanding 482,83) dan rata-rata ball recovered per match (59,67 berbanding 57,75). Hal ini menunjukkan bahwa Fiorentina bermain lebih taktis dengan mengandalkan possession football dan pressing tinggi. Fiorentina juga memiliki rata-rata penguasaan bola per match sebesar 64, 6%, peringkat keempat dalam satistik penguasaan bola dibawah Bayern Munchen, Barcelona, dan PSG di lima Liga terbaik Eropa. Didalam pertandingan, Fiorentina mengandalkan pemain-pemain dengan teknik bagus seperti Valero and Ilicic, dibandingkan Inter yang mengandalkan pemain dengan power yang besar seperti Medel dan Melo.

Dua tim ini adalah polar opposites, dua kutub permainan sepakbola yang berbeda. Dari sudut pandang penonton, Fiorentina adalah tim yang lebih enak ditonton. Penonton lebih dimanjakan dengan permainan cantik yang offensif Fiorentina dibandingkan dengan defensif a la Italia Inter. Permainan defensif dengan disiplin tinggi jarang disukai penonton, sehingga tim dengan permainan seperti ini seringkali dicemooh. Taktik ini seperti acquired taste, tidak semua orang suka. Maka di Italia media membuat seolah Fiorentina dan Inter adalah Beauty and the Beast versi sepakbola Italia. Walaupun berada di jalan yang berbeda, toh kedua tim memiliki poin yang sama dan hanya dibedakan oleh selisih gol. Mereka adalah dua tim terbaik di Serie-A Italia hingga pekan ke-12.

Apakah perbedaan ini salah? Tidak. Apakah Fiorentina mendapatkan poin bonus dari Asosiasi Sepakbola Italia karena memainkan sepakbola ofensif yang cantik? Tidak. Apakah Inter mendapatkan sanksi karena memainkan sepakbola defensif yang tidak enak ditonton? Tentu tidak. Mungkin dua tim ini berbeda jalan, tapi mereka tidak melanggar regulasi apapun. Dua tim ini berbeda, namun sama-sama berada di atas.
**
Perbedaan pilihan jalan antara Inter dan Fiorentina mengingatkan saya akan peribahasa, Banyak jalan menuju Roma. Banyak jalan menuju tujuan.

Seseorang bisa menjadi orang yang sukses lewat bisnis, orang lain bisa sukses lewat akademisi. Satu orang bisa dikenal karena prestasinya dalam pekerjaan formal, tapi orang lain juga bisa dikenal karena prestasinya dalam pekerjaan non formal.

Seseorang bisa melakukan pekerjaan kebaikan melalui jalan keramaian dan penuh tepuk tangan, namun orang lain juga bisa menjalankan kebaikan dalam sunyi yang tak perlu komentar orang.

We simply have our own shoes.
Sebagaimana Inter dan Fiorentina yang berbeda jalan dan cara, selama hal itu tidak melanggar regulasi permainan, tidak ada masalah. Komentar penonton mungkin berbeda-beda, tapi itu bukanlah hal yang utama. Mereka tetap menjadi dua tim terbaik di Italia.

Katanya, hidup itu kita yang jalanin, dan orang lain yang komentarin, hehe. Kita berjalan dengan sepatu yang berbeda, dan jalan yang tidak sama, tapi selama jalan itu menuju kebaikan, tidak melanggar apa yang dilarang, itu bukanlah hal yang masalah.

Walaupun jalan kita berbeda, bukankah kita memiliki tujuan yang sama?

“Tidaklah Kuciptakan jin dan manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. adz-Dzariyat: 56)
Let’s walk in our own shoes. Semoga kita bisa menjalani jalan kita dengan sebaik-baiknya ya. See you on top, Insya Allah. :)

--
Ecky
Kendari, 15 November 2015.
Ditulis sebagai pengingat diri sendiri, bahwa tidak semua orang harus memiliki jalan yang sama. Kurangi membanding-bandingkan dan mari lebih banyak bersyukur.

RELATED POSTS

2 comments

  1. Aku skimming bagian bola, fokus di ending2 nya haha

    Semoga inter bisa terus di papan atas yaa, klo bs jd juara di musim ini, biar kamu bahagia :p

    Let's walk to the top together, dgn mimpi, semangat usaha, dan doa, insya Allah kita bs sukses di jalan yg kita pilih. Keep on believing dear. Fighting ♥

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hhe iya gpp,
      waaa, aamiin, Forza Inter :D

      aamiin, saling mendukung,dan saling mendoakan ya sayang. Fighting ♥

      Hapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email