Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Broadcast The Truth

15.25 Ecky Agassi 4 Comments Category : ,

بسم الله الرحمن الرحي

Assalamu'alaikum wr wb


Akhir-akhir ini kita banyak mendengar isu-isu yang cukup sensitif. Isu tersebut ramai dikampanyekan di berbagai jejaring sosial, seperti facebook, twitter, tumblr, dan juga media komunikasi lain, seperti blackberry messenger. Isu ini dengan sangat cepat tersebar luas, karena teknologi yang memudahkan, dan juga banyaknya orang yang membantu menyebarkan.

Melihat fenomena ini, saya melihat adanya kecenderungan Umat Islam, khususnya generasi muda, memiliki kepedulian yang tinggi untuk aktif dalam kampanye-kampanye sosial dan menyebarkan kepedulian. Namun sayangnya saya juga melihat kurangnya kita untuk bersikap lebih cerdas dalam menyikapinya dengan lebih bijak.

Mari kita ambil contoh isu #SaveRohingya. Save Rohingya adalah kampanye garakan menyelamatkan umat Muslim yang tertindas di Myanmar. Gerakan ini adalah gerakan yang sungguh mulia, namun ternyata memiliki pergeseran dalam motifnya.

Saat ini gerakan #SaveRohingya tersebar luas sebagai gerakan menyelamatkan etnis Rohingya dari pembersihan etnis Muslim yang dilakukan oleh Myanmar. Myanmar dianggap telah melakukan genosida, pembunuhan massal, untuk menghapus etnis Muslim disana. Apakah berita ini benar?


Jika kita menelaah lebih lanjut, apa yang terjadi di Myanmar adalah tragedi kemanusiaan, bukan perang antar Agama.

Masalah Rohingya sudah terjadi lama, sejak tokoh demoktaris disana, Aung San Su Kyi belum ditangkap, sampai sekarang sudah dibebaskan kembali. Etnis Rohingya adalah etnis di Myanmar yang tinggal di perbatasan antara Myanmar-Bangladesh, di mana orang-orangnya memeluk agama islam. Etnis Rohingya dianggap bukan bagian dari Myanmar karena Rohingya tidak berasal dari Myanmar (dianggap berasal dari Bangladesh). Etnis Rohingya adalah etnis yang stateless atau tidak memiliki negara karena baik Myanmar dan Bangladesh tidak mau mengakui etnis Rohingya sebagai warganegaranya (sebagai catatan, di dunia ini, kasus stateless tidak hanya dimiliki oleh kasus Rohingya), dan status kewarganegaraan Rohingya hingga kini tidaklah jelas. Menurut Undang-undang Kewarganegaraan Myanmar yang diamandemen tahun 1982, etnis Rohingya bukanlah bagian dari Myanmar. Mereka pun dianggap sebagai imigran ilegal di tanah airnya sendiri. Masalah kewarganegaraan dan konflik Rohingya dengan etnis Rakhine menciptakan kerusuhan yang menciptakan berbagai tragedi kemanusiaan. (Lebih lanjut lihat: 2012 Rakhine State riots).

Di Myanmar, tidak hanya etnis Rohingya yang mengalami tragedi kemanusiaan. Selain Rohingya, di Myanmar juga terjadi pembersihan etnis Karen yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar. Etnis Karen adalah etnis yang sebagian besarnya masyarakatnya adalah Kristiani.

Intinya, masalah Rohingya adalah masalah kemanusiaan, bukan perang antar Agama.

Poin dari hal ini adalah, mari kita mencoba bersikap lebih cerdas dalam memahami isu yang relatif sensitif. Isu sensitif yang misleading seperti Rohingya bisa mengakibatkan terjadinya kesalahpahaman yang tidak semestinya. Kita harus bisa lebih bijak dalam menanggapi isu-isu seperti ini, jangan terburu-buru dan reaktif. Kita harus melihat lebih dalam sebuah isu baik latar belakang maupun orang/ badan yang ada di belakangnya agar memiliki pehaman yang lebih baik dalam melihat sebuah isu.

Bersyukur melihat begitu banyaknya saudara kita yang religius dan memiliki kepedulian tinggi kepada dunia Islam, namun sedikit mengerinyitkan dahi ketika melihat fenomena gampangnya kita terbawa oleh isu -yang mungkin bahkan baru didengar- lalu terpancing tanpa memerhatikan latar belakangnya.

Tulisan ini bukan untuk melarang kita dalam memberikan bantuan, dukungan, dan hal-hal baik lainnya dalam membantu menyelesaikan berbagai permasalahn umat. Kebaikan adalah kebaikan, namun alangkah baiknya agar kita bisa lebih cerdas dalam menyikapi isu sensitif, agar motif yang mendasari gerakan kita pun menjadi motif yang baik dan benar.

--

Mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian fakta ataupun pemilihan kata-kata. Terbuka untuk koreksi, kritik, saran, dan diskusi yang membangun :)

Terima Kasih
Ecky Agassi
26 Juli 2012

beberapa bahan bacaan:
Kultweet @vinavinavina tentang #Rohingya
Republika Online, Muslim Rohingya Dituduh Penyebab Konflik Myanmar
Republika Online, Abhisit : Pengungsi Rohingya adalah Masalah Regional
Wikipedia, 2012 Rakhine State riots
Grevada.com, Apa yang Sebenarnya Terjadi di Burma?
gambar dari deviantart.com

RELATED POSTS

4 comments

  1. Hehe, mungkin saya termasuk didalam golongan orang yang sempat terpancing gambar hoax. :D

    BalasHapus
  2. setuju ckuy, era keterbukaan informasi kaya sekarang ini sangat menuntut kita untuk lebih cerdas memfilter dan mengklarifikasi sebuah berita :)

    BalasHapus
  3. @fajrie
    mantap fajrie, setuju banget :)

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email