IBF 2012
Monday, March 19, 2012 8:51 PM
Diposkan oleh Ecky Agassi
بسم الله الرحمن الرحيم
Assalamu'alaikum wr wb
Selanjutnya buku Islam Liberal 101 adalah buku yang membedah mengenai Islam Liberal, dalam judul ada angka 101 karena mengikuti kuliah-kuliah dasar yang biasanya berkode 101 :D. Saya mem-follow penulisnya @malakmalakmal dan karenanya sudah lama mengetahui buku ini lewat twitter. Penulisnya sering memberikan kultwit mengenai Islam Liberal, saya pun kadang-kadang mem-mention beliau untuk sekedar menyapa :D.
Untuk buku ketiga, Fikih Jurnalistik, saya menemukannya ketika sedang melihat-lihat, dan kemudian tertarik dengan judulnya karena saya cukup suka dengan jurnalistik.
Pembelian buku-buku tersebut juga berkaitan dengan budaya membaca saya yang terus menurun :(. Semoga ketiga buku tersebut bermanfaat dan menjadi bagian dari langkat langkah baik budaya membaca saya yang sedang kembali dirintis :D
Pada 18 Maret lalu saya datang ke Islamic Book Fair (IBF) 2012. Datang ke acara ini adalah kegiatan rutinan yang sudah saya lakukan sejak beberapa tahun lalu. Awalnya diajak teman, namun akhirnya jadi kegiatan yang sayang untuk dilewatkan.
Dari tahun ke tahun nampaknya tidak ada perubahan yang sangat signifikan dalam format acara maupun seting tempat di IBF. Pada tahun ini IBF tetap dilaksanakan di Istora Senayan, dilaksanakan selama beberapa hari, dan terdapat berbagai mata acara utama setiap harinya. Untuk tata letak, seperti biasa lorong-lorong dipenuhi berbagai stan, dari stan buku, peralatan sekolah, CD, hingga berbagai aksesoris muslim.
Saya datang ke IBF pada hari terakhir, dan ternyata pengunjungnya sangat membeludak. Saya tidak tahu apakah karena hari itu hari terakhir IBF 2012, atau biasanya memang seramai itu, namun saya merasa keramaian seperti itu cukup membuat tidak nyaman. Seringkali kita terhambat untuk berjalan di lorong karena terlalu sesak. Saat shalat juga sangat ramai, terutama saat maghrib karena waktunya relatif sempit. Mungkin keramaian seperti itu masih bisa dimaklumi, atau bahkan diapresiasi, karena menunjukkan bahwa banyak umat Islam yang masih bersemangat membaca buku-buku Islam. Tetapi saya tetap berharap bahwa EO bisa mengevaluasi faktor keramaian dan dapat me-manage event dengan lebih baik agar pengunjung lebih nyaman.
Hal lain yang saya perhatikan (dan kali ini disayangkan) adalah banyaknya sampah yang bertebaran, terutama pamflet-pamflet. Memang pamflet merupakan salah satu media promosi yang baik dalam event seperti ini, dan kita sebagai pengunjung pun seringkali mendapat pamflet. Namun bayaknya sampah berarti belum menunjukkan bahwa event ini pun belum dapat menjadi contoh yang baik dalam bidang kebersihan, dan lebih jauh lagi, tentang kesadaran masyarakat akan lingkungan. Memang tidak dapat dijadikan justifikasi, namun semoga kita bisa mendapatkan pelajaran dari hal itu.
Dalam beberapa event IBF yang saya datangi, baru kali ini (seingat saya) saya membeli buku di IBF (what a shame). Biasanya saya hanya melihat-lihat dan kadang membeli aksesori, tetapi untuk tahun ini IBF harus bisa dimanfaatkan dengan lebih, hehe.
Saya membeli tiga buku yaitu Sejarah Islam karya Ahmad Al-Usairy, terbitan Akbarmedia, Islam Liberal karya Akmal Syafril terbitan Indie Publishing, dan Fikih Jurnalistik karya Faris Khoirul Anam terbitan Pustaka Al-Kautsar. Saya membeli buku Sejarah Islam karena ingin mengetahui lebih lanjut fase Islam pasca Khulafaur Rasyidin hingga Ottoman.
Selanjutnya buku Islam Liberal 101 adalah buku yang membedah mengenai Islam Liberal, dalam judul ada angka 101 karena mengikuti kuliah-kuliah dasar yang biasanya berkode 101 :D. Saya mem-follow penulisnya @malakmalakmal dan karenanya sudah lama mengetahui buku ini lewat twitter. Penulisnya sering memberikan kultwit mengenai Islam Liberal, saya pun kadang-kadang mem-mention beliau untuk sekedar menyapa :D.
Untuk buku ketiga, Fikih Jurnalistik, saya menemukannya ketika sedang melihat-lihat, dan kemudian tertarik dengan judulnya karena saya cukup suka dengan jurnalistik.
Pembelian buku-buku tersebut juga berkaitan dengan budaya membaca saya yang terus menurun :(. Semoga ketiga buku tersebut bermanfaat dan menjadi bagian dari langkat langkah baik budaya membaca saya yang sedang kembali dirintis :D
Dan semoga IBF bisa terus membaik dari tahun ke tahun :)
Oh ya, tak lupa saya ucapkan selamat kepada teman satu angkatan saya di SMA, Oki Setiana Dewi, yang telah meluncurkan buku keduanya "Sejuta Pelangi, Pernik Cinta Oki Setiana Dewi" . Semoga bukunya bermanfaat. :)
Selamat Membaca :D
Log:
- Terima kasih kepada Sarah Tasykuri yang telah mengoreksi buku Oki (tadinya saya tulis Melukis Pelangi)
- Dapet info dari Najmi, jika ternyata IBF gak pernah menggunakan EO melainkan diorganisir sendiri oleh IKAPI Jakarta
--
Ecky Agassi
19 Maret 201
*iseng-iseng foto-foto bukunya :D
*iseng-iseng foto-foto bukunya :D
This entry was posted on 8:51 PM, and is filed under
blogging,
my life
. Follow any responses to this post through RSS. You can leave a response, or trackback from your own site.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)











Wah nomor satu nih komentar.
ReplyDeleteamankan tempat dulu...
Buku keduanya Oki judulnya "Sejuta Pelangi" gan :D
ReplyDeletenice post anw. Gw malah ga sempet ke IBF heu
ibf-2012 diadakan dimana bro? Kalo ada tahun depan pengen mengunjungi.
ReplyDelete@alris
ReplyDeletewah pertamax telah teramankan alris nih, haha
biasanya di Istora Senayan bro,
semoga tahun depan bisa dateng ya :D
rame banget ya,ky,IBF nya?.. kemaren gw udah rencana berangkat,, tp gatot gara2 halang melintang datang tiba2,, hihi ^^
ReplyDelete@dian
ReplyDeleterame banget iaan,
oh gt ya, semoga tahun depan bisa dateng ya ian :D
Dari 8 hari yg gw datengin di IBF 2012, tgll 18 maret itu adalah satu-satunya hari yg super rame kuuyy.. lo kalo mao yg sepi kesana pas hari pertama IBF ato weekday deh. gw yakin, lo masih bisa jumpalitan di antara korior stand. :D
ReplyDelete@nela
ReplyDeletehuaa, lo dateng 8 hari nel? ngapain aja? hhe
oh gt, jadi kayaknya penuh banget karena weekend dan hari terahir y
haha, jumpalitan :D
ka ecky datang jam brp?najmi msh wara-wiri stand to stand sampe jam3 siang lhoh...
ReplyDeletemakasih byk saran dan kritiknya. IBF saat weekend dan hari terakhir memang selalu begitu. buat konfirmasi aj, IBF dan PBJ (pesta buku jakarta) tidak pernah memakai EO, IKAPI DKI yang langsung jadi panitianya. 10 hari kemarin najmi terlibat sbg humas d bagian informasi. klo tertarik utk jadi humas d acara Ikapi coba aja daftar utk bookfair bulan juli mendatang ka, hehe..jd promosi.
sebenarnya dlm tiga tahun terakhir ini IBF banyak perubahan lhoh...terutama dlm pengadaan musala terpusat (tenda khusus) dan penambahan plafon zam-zam utk stand penerbit. tp krn setiap tahun pengunjung slalu bertambah jadi tetap saja penuh sesak. utk kebersihan panitia dan pengelola slalu menyiapkan trashbag yg dtempel d tiap lorong, menurut najmi sih karakter muslimnya yg harus diubah. hampir tiap jam pengunjung jg diingatkan ko utk mnjaga kebersihan. ttg pamflet jg. kebanyakan pamflet yg berserakan adalah yg dibuang2 sendiri o/pengunjung,hehe...
mudah2an IBF tahun depan akan lebih baik lagi. aamiin...
saya juga sabtu kemaren kesannya.. rame pisan, lebih rame dari tahun kemaren.... pusing liat buku tapi lumayan sama @ratri ngeborong 15 buku :D
ReplyDeletewah,,sy tertarik sm buku yg ketiga ky.. boleh pinjem? #eh :D
ReplyDeleteBorong buku di IBF.... Huhuhu surga dunia deh klo ada pameran buku...
ReplyDeletejadi mupeng..
ReplyDeleteini kali pertamanya mim melewatkan acara yang berbau book fair sejak melahirkan.. :(
tahun lalu, waktu PBJ masih sempat didatangi walaupun kandungan udah 8 bulan.
nanti klo ada lagi, diusahakan buat dateng ngajak baby dinda dech :)
@najmi
ReplyDeletesy dateng sekitar ashar najmi,
wah dikomentari panitianya langsung, oh gt ya, jadi IBF gak pernah pake EO, sip2
iya najmi, sy juga merasa ada perubahan pada tempat shalat dan ada platform zam-zam,
yang tentang sampah, memang bener, saya juga lebih menanggapi karakter muslimnya,
makasi ya udah komen :)
@randa dan ratri
huaa, ratri ngeborong ya :D
@teh tika
iya boleh teh :)
@teh mirma
semoga tahun depan bisa hadir ya teh :)
wahhh daku ksono pas tanggal 16, masi biasa aja, gak rame. memang katanya kalo hari terakhir selalu padat merayap bang, soale diskonnya yang paling gede dari hari2 sebelumnya...
ReplyDeletesaya khilaf beli 11 buku,, wkwkwkwk tapi fiksi semua, saya pusing klo baca yang non fiksi kek buku yang bang ecky beli, dua lembar aja bisa ketiduran,, ahahahah -___-"
wah, sayang banget gw ga sempet ke IBF tahun ini, lg tongpes jg sih :P anyway, kalo udah selesai dibaca, gw boleh pinjem buku Islam Liberalnya ga ky? :D
ReplyDelete@hesty
ReplyDeletehari terakhir rame bangeet hest,
waa 11 ya, banyaak :D
ahahaha,dasar tidur mulu *sama kayak gw xD
@vina
okee vin gampaang, hehe :D
Ya ampun, dirumah saya banyak buku islam lho.. Tapi yang baca orang tua, saya jarang banget ngebacanya. *malu*
ReplyDeletePertama kali ke IBF pas di Jogja, kebetulan ada bedah buku tentang merapi gitu.
@adit
ReplyDeletehehe, dateng juga ke IBF Jakarta dong dit :D
ih jadi ada nama gw di postingannya :p hahaha #gapentingdotcom
ReplyDelete@sarah ate
ReplyDeleteeh si sarah ate komen lagi, hehe
iya makasi atas koreksinya ya te (dan komennya lagi) hehe :D