Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Ramadhan, pembelajaran dan solidaritas

17.32 Ecky Agassi 11 Comments Category : , , ,

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum wr wb


Belum lama ini saya membaca artikel yang menurut saya sangat bagus di The Jakarta Post. Artikel ini berjudul “Ramadhan: Month of education and social solidarity” dan ditulis oleh A. Chaedar Alwasilah yang merupakan seorang Profesor dari Indonesia University of Education, Bandung.

Disini saya akan mengambil beberapa intisari (dengan beberapa penyesuaian) dari tulisan beliau yang menurut saya cukup bagus, selamat membaca. :)

Pertama, shaum Ramadhan memiliki dua dimensi, fisik dan spiritual. Fisik berupa menahan diri dari makan, minum, dan yang membatalkan secara fisik; dan spiritual berupa ibadah yang diwajikan oleh Allah sebagai bukti keimanan dan penyerahan

Kedua, shaum adalah tindakan individual serta sosial Semua muslim di dunia melakukan ibadah Ramadhan secara kolektif, melewati batas Negara, Etnik, dan komunitas. Ini memperlihatkan bahwa walaupun umat Islam berbeda negara, etnik, suku, dsb, umat Islam disatukan oleh satu tujuan yang sama.

Ketiga, shaum harus dilakukan secara baik antara shaum fisik dan mental. Disini Prof. A. Chaedar Alwasilah membahas kasus politik yang biasanya penuh dengan “backbiting, self-overrating and overestimating, arrogance, slandering, defaming and character assassination”. Bulan Ramadhan adalah waktu yang tepat bagi para politisi (sekaligus kita) untuk merenungkan shaum fisik dan mental. Politisi yang bersih tentu akan dapat menciptakan suasana politik yang bersih. Jika shaum merupakan perenungan kita terhadap keadaan saudara-saudara kita yang belum masih kekurangan rizki dan penghidupan yang layak, tentu para politisi (dan pemerintah) akan lebih aware terhadap keadaan rakyatnya yang belum sejahtera.

Keempat, Shaum adalah ibadah yang disiplin, disiplin menahan diri dari hal yang membatalkan shaum dimulai dari terbit hingga terbenamnya matahari. Hal ini akan membuat muslim menjadi warga yang sadar akan peraturan .

Kelima, saat Ramadhan, akan ada momen dimana kita berkumpul bersama keluarga untuk sahur dan berbuka, momen untuk saling sharing dan caring yang dapat berguna untuk memperkuat rasa kekeluargaan dalam keluarga.

Keenam, di bulan Ramadhan, kita melaksanakan ibadah shalat tarawih berjamaah. Hal ini dapat mengembangkan kekuatan sosial antar jamaah, persatuan dan solidaritas.

Ketujuh, momen Idul Fitri setelah Ramadhan, dimana umat Islam saling maaf memaafkan walaupun terhalang jarak. Saling mengunjungi dan saling bersilaturahmi, sebuah momen sosial yang sangat indah dan bernilai.

Ramadhan adalah bulan pendidikan dan solidaritas. Melatih kita untuk hidup dengan baik dan benar, mengembangkan empati dan kekuatan sosial diantara kita.

***

Ramadhan adalah bulan yang luar biasa, penuh anugerah dan ampunan. Bulan ini juga merupakan bulan yang penuh pembelajaran dan nilai sosial.
Semoga kita dapat mengisi Ramadhan dengan sebaik-baiknya sehingga bisa dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang hidup tidak hanya untuk sendiri, namun juga dapat bermanfaat bagi orang lain.

-Ecky-
12 Agustus 2011
-Sebagian besar artikel ini diambil dari artikel “Ramadhan: Month of education and social solidarity” yang ditulis oleh A. Chaedar Alwasilah, Profesor dari Indonesia University of Education, Bandung. Artikel ditulis dengan berbagai perubahan dan penambahan, silahkan kunjungi laman artikel tersebut di The Jakarta Post untuk melihat artikel aslinya. Terima kasih :)
 -gambar didapat dari kosovaDC.com

RELATED POSTS

11 comments

  1. Iyaa. Ramadhan bulan yg penuh dgn pembelajaran dan keistimewaan.. Jd pengen tiap bulan jd Ramadhan,dan jd sedih Ramadhan ud masuk 10hari yg kedua

    BalasHapus
  2. @dea
    semoga kita bisa mengisi Ramadhan dengan baik y de :)

    BalasHapus
  3. komentarnya OOT ya, saya suka sekali caranya menyadur artikel di Jakarta Post tersebut dan menambah catatan penjelasan. Humble, inspiring :)

    BalasHapus
  4. simple, but so meaningful. I found myself enjoy when read this. Nice posting, ecky. keep sharing :)

    BalasHapus
  5. @bang brad
    terima kasih bang, saya masih belajar :)

    @naimah
    thank you very much naimah, i really appreciate that :)

    BalasHapus
  6. setuju kang.. di bulan inilah segala sesuatunya mungkin terjadi.. saling berbagi.. solidaritas tinggi dsb :) keren!!!

    BalasHapus
  7. @belajar photoshop
    mari budayakan berbagi dengan sesama :)

    BalasHapus
  8. yupz, Ramadhan itu bulan yang sangat mencerahkan, so jangan sia-siakan.

    BalasHapus
  9. @azzam
    semoga kita bisa memanfaatkannya dengan baik, aamiin :)

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email