Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Obama Obama

18.19 Ecky A. 11 Comments Category : ,

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum wr wb...



Alhamdulillah akhirnya saya berkesempatan menghadiri speech Obama di Universitas Indonesia, tetapi perjalanan menuju pidato sekitar 30 menit itu bagi saya cukup berliku, kenapa?



Awalnya, saya tak begitu berharap, atau bahkan tak berharap bisa datang ke acara tersebut, karena memang pidatonya bukan beliau adakan di kampus saya. Tetapi ternyata kesempatan yang memantik harapan itu datang beberapa hari sebelum kehadiran Obama di UI, saya mendapatkan sms dari teman sekelas saya bahwa departemen saya (ilmu ekonomi) membuka pendaftaran untuk menghadiri pidato Obama di UI. Saya menyambut baik kesempatan ini dan mendaftar lewat beliau, dan kebetulan saya menjadi orang terakhir dari kuota 7 mahasiswa yang ikut.

Senin, dua hari sebelum pidato, ada berita terbaru bahwa kuota untuk menghadiri pidato Obama mengalami perubahan sistem. Jatah mahasiswa beliau alihkan ke dosen dan hanya mahasiswa yang dipilih yang ikut, tetapi ada catatan bahwa mungkin akan ada perubahan kembali. Saya yang sudah terlanjut berharap, tentu kecewa dengan perubahan ini, dan harapan ikut pun sudah sangat kecil.

Kebetulan, hari itu pula saya bertemu dengan Wakil Dekan FEM, Pak Firdaus, yang sudah cukup saya kenal. Saya diberi tugas oleh beliau untuk mengerjakan sesuatu di Dekanat FEM *karena saya juga magang di Dekanat sebagai admin web FEM dan bantu-bantu masalah IT*. Saat di dekanat, beberapa kali saya menyempatkan diri untuk bertanya perihal pidato Obama *waktu pertama bertemu tadi juga udah nanya sih, hhehe*, dan saya mendapatkan harapan tambahan karena kata Pak Firdaus, Dekan saya katanya tidak jadi ikut, dan mungkin bisa digantikan. Ya lumayan, intinya harapan itu masih ada .

Tiba pada hari selasa sore, saat harapan sudah sangat tipis, saya ditelpon oleh Pak Fir dan saya diberi tahu bahwa saya bisa ikut ke pidato Obama di UI pada hari Rabu, horee, alhamdulillah

Hari H

Saat hari H, teman-teman IPB kumpul jam empat pagi di ATM Center IPB, dan tidak boleh membawa tas. Dengan kondisi belum memiliki dompet lagi setelah kemalingan, saya berangkat dengan berbekalkan sejumlah uang, almamater, dan KTP serta KBD (kartu dari KAI). Kata Pak Fir rencananya kumpul dulu dan shalat subuh di Baranangsiang (daerah IPB pascasarjana), tapi aktualnya, kami akhirnya shalat subuh di daerah Darmaga, dan setelah itu baru berangkat ke UI.

Sampai di UI sekitar setangah tujuh pagi, kita berkumpul di dekat Rektorat UI. Yang berkumpul dari berbagai kalangan mahasiswa dan pelajar, dari IPB, UI, ITB, BSI, dll..dan ada anak SMAnya juga, SMAN 1 Depok tentu diundang doong :D, mereka berbatik merah yang lucu ituh :D. Lalu ada juga Smansa Bogor, Nurul Fikri, Smanti Depok, dll. Eh ya, disana saya juga bertemu dengan Adul, Dea Adhicita, Fajar, Lu’lu, dll.

suasana nunggu masuk balairung

Seiring berjalannya waktu, ketidakjelasan mulai terjadi, kami berkumpul disana sangat lama, orang-orang semakin bertambah, dan dan sebagian mulai kecapaian dan kepanasan. Saya juga sangat mengantuk karena saat diperjalanan saya minum antimo *takut mabok* :P, sempat saya hampir jatuh karena hampir tidur saat berdiri  . Kerumunan mulai berjalan memasuki Balairung sekitar jam delapan. Prediksi saya, gerbang untuk masuk baru dibuka jam delapan, setelah itu baru kita antre untuk masuk. *Kritik, mengapa tidak dari awal dibuka, jadi sejak datang kita sudah mulai antre?paling tidak jam tujuh sudah dibuka*



Pengamanan begitu ketat, ada metal detector, serta pemeriksaan badan.

ngantri masuk balairung

Sampai balairung, saya di-tag-in kursi oleh Pak Wakil Dekan, karena saya datang belakangan untuk ke WC dulu. Kursi saya di tribun atas, yang jika lurus kedepan akan berhadapan dengan tiang besar , tapi untunglah ke arah kiri dikit bisa keliatan panggungnya.

di balairung, dari tribun atas

Menunggu lumayan lama, dan musik yang mengalun untuk menemani kami menunggu di balairung ini adalah musik-musik pop dari peterpan, saykoji, nidji.. ,bzzz…kenapa gak lagu-lagu wajib nasional sih?
Lalu secara tiba-tiba, benar-benar tiba-tiba, terdenga suara dari pengeras suara, redaksinya saya agak lupa, tapi kira-kira seperti ini..”Para hadirin, bla-bla-bla, Presiden Amerika Serikat, Barack Obama”..”Ladies and Gentelment, bla-bla-bla..Barack Obama”. Dan dari kiri panggung (sudut pandang penonton) Mr.Berry datang, *diluar dugaan pidato dilaksanakan sekitar jam setengah sepuluh.

Awal-awal pidato Obama menggunakan bahasa Indonesia seperti “Selamat pagi”, dan yang mengejutkan “Pulang kampung nih..” :D waa, awesome. Lalu Obama menjelaskan bahwa “Indonesia bagian dari diri saya”, serta Obama berkata bahwa beliau masih ingat kata-kata pedagang yang mengucapkan “Sateee~..Basooo~” :D..hhe, cukup menghibur.

honestly, I didn’t understand all the things he said in that speech, dan di akhir-akhir saya juga mengantuk, mungkin karena efek antimo juga *alasan :P*. Tapi saya yang saya tangkap dari pidato tersebut adalah, komitmen Obama untuk menjalin hubungan dengan komunitas Muslim dunia, serta Indonesia, yang merupakan negara yang telah berkembang pesat dan merupakan negara anggota G-20. Politik Timur-Tengah, Agama, Toleransi, dibahas oleh Obama. Apakah hal tersebut benar sebuah komitmen, ataukah hanyalah lip service politik belaka?

Pidato beliau diakhiri oleh rangkaian kata-kata penutup dengan bahasa Indonesia, dan setelah itu Obama menyalami barisan depan peserta pidato beliau, yang diiringi (kembali) oleh lagu-lagu pop Indonesia, *operatornya Abege kah?*

Setelah itu, peserta keluar, dan di tempat metal detector tadi berada, ada banyak orang -sebagian besar wanita- yang foto-foto dengan para secret service (SS) bule ituh. Unik, dan bahkan katanya si SS ada yang narsis, waktu diajak foto, ada SS yang bilang, “That’s what i’m waiting for”   *gubrakk* lalalala~… ..bangunkan saya jika ini mimpi..

 ada mobil menteri :D

Rombongan IPB pulang menggunakan bus IPB. Kami sempat ditraktir makan oleh Pak Firdaus dan Prof. Yoni (Wakil Rektor IPB) di Baranangsiang, terima kasih banyak pak .

Pidato hanya dilakukan sekitar 30 menit, tetapi persiapan begitu heboh dan menyita sumberdaya serta menghasilkan eksternalitas (efek keluar) yang begitu besar.

Anda bisa membaca paparan saya diatas tentang persiapannya dan pengamananya, yang menurut saya luar biasa, serta eksternalitas, khususnya terhadap lalu lintas yang banyak mengganggu aktivitas masyarakat. Dan jangan lupakan bahwa aktivitas civitas academica UI juga terganggu, karena Selasa dan Rabu diliburkan, serta pintu-pintu masuk yang banyak ditutup dan pembatasan izin masuk.

Pada akhirnya, apakah kedatangan Obama mendatangkan manfaat, atau sebaliknya? Tetapi harapan saya, dibalik semua gangguan yang ada, semoga kedatangan Obama setidaknya memberikan manfaat kepada bangsa ini, dan kata-kata serta komitmennya bukanlah sekedar lip service belaka, walapun kita tahu sebenarnya Amerika seperti apa.

-Ecky A.
Bogor,
Jumat, 12 Nov ‘10

RELATED POSTS

11 comments

  1. sampe selasa malem gw masih berharap ada yg ngsms gw dan ngasi tw kalo ada undangan kosong loh Ky.

    :(

    BalasHapus
  2. @yogi
    semoga lain kali dapet kesempatan ngeliat langsung presiden negara lain ya gi,hhehe

    BalasHapus
  3. obambang bikin gw kecewa sama UI yang bisa2nya ngeliburin UI 2 hari, tapi giliran hari raya Idul Adha gak diliburin :(

    BalasHapus
  4. Blogwalking :) he
    blognya bagus, (tulisannya juga) ^^

    BalasHapus
  5. Kak Ecky, anak deBlogger juga kan ya? Besok datang bukber yang tanggal 20 ga?

    BalasHapus
  6. @neti
    terima kasih sudah berkomentar kembali :)
    saya udah jawab di shoutbox blog neti ya, biar mudah dilihat neti :)

    BalasHapus
  7. Oke, kakak kenapa ga pasang shoutbox juga biar gampang? hhe. *Malah jadi ngobrol disini. Maaf ya kak~ Tadi saya jawab di shoutbox saya jadinya,

    BalasHapus
  8. @neti
    gak pasang shoutbox soalnya agar mendorong orang memberikan komen di post, hhe :P
    iya gpp kok :)

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email