Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

science

11.48 Ecky A. 3 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum wr wb...


Tata surya kita adalah sistem, dimana benda-benda angkasa seperti planet dan asteroid berputar pada matahari. Tata surya sangatlah luas dan mengembang, dan galaksi-galaksi pun saling menjauh [1] . Jika kita melihat dalam skala mikro, hal tersebut mirip dengan yang terjadi pada atom. Atom terdiri dari inti (nukleus) yang mengandung proton (+) dan neutron (netral), inti atom dikelilingi elektron-elektron seperti matahari dikelilingi oleh planet-planet [2] . Inti atom walaupun sangat kecil tetapi menyusun 99,99 % dari massa atom, maka dari itu massa elektron yang mengelilingi inti sangatlah kecil.

Inti atom, jika dianalogikan bisa seperti ratusan orang yang dimasukkan dengan paksa kedalam sebuah kamar mandi. Perlu energi yang amat besar untuk menahan inti atom tetap berada pada tempatnya, maka dari itu, sebuah atom juga menyimpan energi yang amat besar.

Tidak salah jika sebuah bom atom memiliki energi yang amat sangat besar. Satu kilogram bom atom dapat setara dengan 2,25 x 104 ton TNT (dengan spesifikasi tertentu), dan fisi dari 1 kilogram uranium-235 melepaskan 18,7 milliar kilowattjam sebagai panas.

Pernah ada berita tentang tata surya yang jika dimampatkan, hanya akan menjadi sebesar bola tenis. Mengapa begitu? Kita bisa menganalogikan sebagai berikut,

Jika ada sebuah bola tenis ditengah Stadion Bung Karno, maka bola tenis tersebut adalah inti dari atom, dan dinding dari stadion adalah jari-jari elektron (ini hanyalah sebuah perbandingan tidak ilmiah dari saya, dan menurut saya perbandingan jari-jari dengan inti atom jauh lebih besar dari analogi diatas). Lihat saja tata surya kita, seberapa besarnyakah jarak antara matahari dan planet-planet yang mengelilinginya.

Maksud dari perbandingan diatas adalah, banyak ruang kosong bahkan didalam atom.

Jadi, jika sebuah atom memiliki energi yang sangat hebat, maka jika seluruh tata surya dimampatkan, berapakah energi yang terkandung? Didunia ilmu pengetahuan sekarang, ada sebuah teori tentang awal muasal tata surya yang berupa teori bigbang atau teori ledakan besar yang mengawali tata surya.

Sebuah energi yang maha dahsyat, yang tak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa ada yang menciptakan.

* * *

Ada sebuah teori yang menyatakan bahwa kehidupan berasal dari sebuah kehidupan. Teori yang bersifat abiogenesis (makhluk hidup bukan berasal dari makhluk hidup), teori yang seakan menyangkal keberadaan Sang Pencipta. Ada analogi yang baik dari Harun Yahya dalam bukunya,

Marilah kita lihat mata manusia, organ yang berstruktur sangat kompleks yang dapat menghasilkan bayangan dengan sangat tajam, sekarang lihatlah bayangan yang dihasilkan oleh mata kita, lalu bandingkanlah dengan bayangan yang dihasilkan sebuah televisi, televisi paling hebat sekalipun, lebih hebat manakah bayangan yang dihasilkan? Pasti jauh lebih hebat mata manusia.

Jika televisi yang tak lebih hebat dari mata manusia tak tercipta dengan kebetulan, maka apakah masuk akal jika mata, yang menjadi organ dari manusia, tercipta dengan kebetulan?


Ada lagi analogi, ahh,..lagi-lagi analogi, gpp kan? :) kira-kira seperti ini,

“Jika kehidupan tercipta secara kebetulan, apakah logis jika angin topan yang melewati kumpulan rongsokan, lalu tercipta sebuah being 737 dari rongsokan tersebut dengan bantuan angin topan?”. , inti dari analogi diatas adalah sebuah kemustahilan.

* * *

Jadi, adakah alasan logis bagi seorang manusia untuk menjadi atheis?

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” (Ali-Imran 3:190)

[1] ”Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya” (Adz Dzaariyaat 51:47)

[2] “Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya”
(Al-Anbiya’ 21:33)

================================================================================

Saya bukanlah seorang ahli fisika, saya mendapatkan inspirasi menulis hal ini dari guru NF saya yang sedang membahas disika inti.

thanks buat M.Nanda udah boleh ngetik dirumahnya+microsoft encarta encyclopedia deluxe 2001-nya dan VCD Harun Yahya series, keajaiban Al Qur’an

berhubung komputer saya lagi rusak, saya minta maaf jika update blog ini jadi bermasalah.

Bahan bacaan :
-buku dan soal-soal NF
-microsoft encarta encyclopedia deluxe 2001

gambar didapat dari :
-
microsoft encarta encyclopedia deluxe 2001

RELATED POSTS

3 comments

  1. alah kenapa ngomongin fisika sih?gw paling anti.

    mau tau kunci kegagalan gw masuk kedokteran? salah satunya dengan hanya mengisi 3 soal fisika pada lembar kemampuan IPA di SPMB, dan cuma 2 yang yakin satunya lagi biar bikin ganjil aja, kan Allah suka sama yang ganjil2, hehehe...

    BalasHapus
  2. @ kak happy

    y saya juga gak jago fisika kak..hhe,tp sya pikir artikel ni menarik :)

    BalasHapus
  3. et dah boz,,, gua baru sdar kalo sumber bacaannya buku soal2 nf,,, ckakakakka,, mantabs!!

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email