Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

KRL : a story.. (part 1)

13.54 Ecky A. 6 Comments Category :


بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...



Jika dihitung-hitung, sudah sekitar 12 tahun saya naik kereta rangkaian listrik (KRL) Daerah Operasi (Daop) I Jabotabek sebagai kendaraan transportasi umum utama. Karena saya berdomisili di Citayam, dan SD, SMP, SMA saya berada di wilayah Depok, praktis KRL adalah transportasi umum yang tergolong tepat saya pilih sebagai transportasi utama.

Jelas, selama 12 tahun tersebut, tidak sedikit pengalaman yang saya dapat mengenai lika-liku per-KRL-an dan perkembangannya. Dari mulai KRL ekonomi yang dulu pintunya masih tertutup dan tidak terbuka seperti sekarang, jam tangan saya yang digondol copet didalam kereta, dipalak (dimintai uang), percobaan pencopetan yang terjadi didepan mata saya (yang Alhamdulillah, gagal), copet yang kabur dengan cara melompat dari dalam KRL, sampai perjuangan yang berat, untuk dapat bertahan didalam KRL karena kepadatan yang sangat luar biasa.

Seluruhnya, jumlah kereta penumpang Jawa-Sumatera, dari 310 armada KRL, 136 buah berumur 1-10 tahun, 37 buah berumur 11-20 tahun, 65 buah berumur 21-30 tahun dan 72 buah berumur 41-50 tahun.*

Sebelum adanya terobosan KRL AC ekonomi dari PT Kereta Api (Persero), KRL ekonomi Jakarta-Bogor yang armadanya cukup baik hanyalah kereta bermerk HOLEC buatan Belanda-Belgia, dulu sebagian orang menyebutnya sebagai kereta “gimbot”, saya tak begitu mengerti kenapa muncul semacam “julukan” atau nickname itu, mungkinkah karena jika dilihat dari depan, kepala kereta tersebut terlihat mirip seperti gimbot (gameboy –pen) ?

Lalu armada selanjutnya adalah kereta keluaran Jepang ;dengan pembuatan secara patungan beberapa perusahaan seperti Kawasaki dan Hitachi; yang sekarang rata-rata dicat berwarna orange, dan dengan kondisi cukup mengenaskan. Lagi-lagi, kereta ini pun memiliki nickname sebuah merk pasta gigi, yaitu kereta pepsodent, dan perkiraan saya hanya, bahwa kereta tersebut diberi nickname seperti itu mungkin karena adanya garis strip pada badan KRL dan kemiripannya dengan strip pada tube pasta gigi tersebut.

Saya pribadi lebih suka mendapat armada HOLEC daripada armada keluaran Jepang, karena selain kondisinya yang masih lebih baik, armada HOLEC menurut saya terlihat lebih kekar (hhe, so silly).

Selain kondisinya yang sudah berumur dan sangat layak dilakukan peremajaan, KRL ekonomi Jakarta-Bogor adalah contoh yang cukup respresentatif untuk menunjukkan korban nyata dari vandalisme. Kaca pecah (sampai akhirnya banyak KRL yang kaca depan masinisnya dilindungi oleh besi), berbagai coretan, bahkan saya sempat melihat armada KRL yang dilukis grafiti.

Berbicara tentang KRL Jabotabek dan lika-likunya, tak lengkap rasanya jika tak membahas tentang kondisi mengenai dunia sosial didalam KRL. Jika kita melihat lebih luas, ada angkutan lori yang memakai rel kereta sebagai treknya, lalu jika kita melihat kedalam lingkungan keretanya sendiri, bisa kita lihat berbagai pedagang dan barang jualannya, mulai dari pedangan buah, tahu sumedang, tisu, sampai mainan anak-anak.

Dulu pernah saya mendengar pedagang minuman yang berteriak berirama, “Panta, Seprit, Prutang, (Fanta, Sprite, Frutang—pen) yang nggak punya duit boleh ngutang.” Atau ada juga tukang tahu, “tahu, tahu ... beli tahu gratis cabe.” Yang seperti ini biasanya jadi hiburan di sela-sela kesuntukan dan kesumpekan suasana kereta.-B’Radon-

Bahkan sekarang ada metode berjualan yang baru dari para pedagang, (biasanya pedangan buku bacaan dan kadang permen), seperti trial and buy, para pedagang membagi-bagikan barangnya kepada para penumpang (yang duduk), awalnya saya berpikir barang itu dibagikan secara gratis, tapi tentu, jika barangnya tidak dibeli, pedagang tersebut akan kembali mengambil barang tersebut.

Saat yang menyebalkan adalah ketika kondisi kereta yang penuh, tetapi ada pedangang yang memaksakan diri untuk berjualan didalam kereta..^sigh^

Jika kondisi didalam kereta cukup “longgar”, aksi yang menarik dan cukup layak dilihat adalah atraksi pengamen kelompok yang terdiri dari gitar akustik, bass betot, drum dan kadang biola dan pianika/ keyboard (malahan ada kelompok yang memakai gitar dan bass listrik untuk mengamen). Pernah suatu ketika saya naik kereta, dan ada pertunjukkan gitar, bass betot dan biola yang memainkan musik instrumental..saya bisa katakan bahwa itulah atraksi pengamen kereta terbaik yang pernah saya lihat sampai sekarang (Februari 2008).

And for your info, Mungkin karena peminat yang semakin sedikit dan berbagai tuntutan dan perubahan zaman, akhirnya ranah kereta pun mulai dimasuki oleh pertunjukan-pertunjukkan yang dulu akan sangat saya anggap aneh jika dilakukan didalam kereta, yaitu topeng monyet dan dangdut dorong, tak percaya?


Teman saya pernah berkata bahwa, “kehidupan kereta ternyata menarik juga ya”.

Tak salah jika dianggap menarik, karena memang banyak hal-hal yang bisa kita temukan didalam kehidupan dan rutinitas perkereta-apian. Kadang, dengan melihat kehidupan sosial dalam kereta, saya bisa lebih mensyukuri keadaan saya.

Jika anda ingin sekedar melihat berbagai realitas kehidupan yang ada dalam kereta, atau sekedar ingin melihat lebih dekat, berpergian bersama KRL Jabotabek bisa anda jadikan sebagai salah satu alternatif.

(Tapi saya tak merekomendasikan para akhwat untuk bertransportasi menggunakan KRL jika memang tak ada urusan).

-to be continued..

-EQ-

Februari 2008

Karena ulasan yang panjang, maka saya memutuskan untuk membagi tulisan mengenai KRL ini menjadi 2 bagian.

Bahan bacaan :

*data KRL dari
-Dalimunthe, Jainul A., 2005, Meluncur Bagai Lokomotif Melaju Merangkai Hari Esok,
Bandung: The Institute of Public Service.
*gambar didapat dari http://kianaza.blogspot.com/2007_04_01_archive.html

RELATED POSTS

6 comments

  1. assalamualaikum...
    naik kereta listrik.. tut..tut..tut...!!!
    pengalaman menarik naik krl di daerah kota... ane sering cabut sekolah semasa SMP dan pelariannya itu jalan2 naik krl.. nggak pake karcis (jangan ditiru yah!)
    dari bogor ke jakarta dan sebaliknya hingga jam 2 siang waktu pulang sekolah.. ane jadi tau ciri khas beberapa stasiun krl... mulai dari bogor ampe kota...
    di bogor ntu ada tukang soto enak banget.. diluar stasiun...
    di bojong gede, banyak tukang sayur!!! apalagi cilebut.. huh sama nya!!! di stasiun citayam banyak copet...!!! (hehehehe) udah 2 kali bro kecopetan di sono! di depok lama ada ibu2 penjual nasi uduk ampe skarang masih jualan.. itu murah enak banget.. cuma ada di pagi hari!!!
    di depok baru banyak penjual cd bajakan!
    di pondok cina ada tukang es dawrt ayu!
    di stasiun UI ada tukang otak2 yg sambelnya.. maknyus!!!
    di UP... banyak anak MAN 13 kalo siang2... di lenteng agung.. banyak yang mejeng g jelas... di tanjung barat, ada yang tidur di kolong stasiun.. di pasar minggu.. ada yang konter jual HP murah deh.. di pasar minggu baru.. banyak gelandangan tidur di bangku2 stasiun.. di duren kalibata.. ada kuburan!!! di cawang... ada penjual nasi rawon deket jalan layang... murah dan enak pisan! di tebet.. banyak bajaj... di manggarai... banyak yang ngerokok! di cikini, sepi banget yah? di gondangdia... sering terjadi penjambretan! di gambir,,!!! kokk KRL nggak berhenti siyh.. pas disini sering dilakukan pemeriksaan karcis di gerbong 4.. di juanda sama sepinya! di sawah besar, panas banget! mangga besar, turun disini kalo mau belanja barang2 elektronik. jayakarta, nggak menarik! kota.. disini udah banyak kereta, banyak orang, dan juga ada tukang bakwan potong uenak banget!!!!
    kok jadi promosi siy.. ya begitulah!!!

    BalasHapus
  2. gw apal semua stasiun krl bogor jakarta donk Ky!

    bogor
    cilebut
    bojong gede
    citayam
    depok lama
    depok baru
    pondok cina
    universitas indonesia
    universitas pancasila
    lenteng agung
    tanjung barat
    pasar minggu lama
    pasar minggu baru
    kalibata
    cawang
    tebet
    manggarai
    cikini
    gondangdia
    gambir
    juanda
    sawah besar
    mangga besar
    pangeran jayakarta
    jakarta kota


    vivat transportasi umum masal!

    BalasHapus
  3. @ bang Deni..apal banget bang kayaknya..mpe apal ciri-cirinya gtuh..hehe

    @ Yogi..wah yogi apal dari Bogor-Kota, kl gw kayaknya gak hafal deh..hehe

    BalasHapus
  4. @ eq.. hehehe, ya namanya juga anak Cabutan yang sering main n naik KRL... cuma mau ralat aja..masak bunyi krl tut..tut..tut... (mikir sejenak..) hmm... aha..(ikutin gaya bicara nirina dalam sinetron Diva) kwong.. kwong.. kwong...
    tambah aneh suaranya..

    nantikan Cerita pengalaman ane naik KRL dari mulai dijambret, ditodong, dikejar preman, jatuh dari kereta, dikejar pemeriksa karcis, ampe ngajak nak SMANSA (skarang kelas XII) buat nyari dana acara di XXXXXX rahasia ah.

    coming soon

    BalasHapus
  5. @ bang deni

    pengen posting topik yang sama ya?y silahkan aja deh..

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email