Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Smansa on : (ber)wisata kuliner

14.25 Ecky A. 8 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...

Para anak kelas X yang berasal dari SMP-SMP bertaraf “kantin luas”, mungkin sebagian besar akan memiliki komentar yang kurang lebih sama jika baru pertama kali melihat kantin SMAN 1 Depok (Smansa), “kantinnya keciiil”.

Well, memang begitulah kantin Smansa, tapi berdasarkan pengalaman, sepertinya kekurangan tersebut dapat tertutupi dengan adanya sektor-sektor kuliner lain disekitar Smansa. Apa sajakah dan dimanakah sektor kuliner lain tersebut?


~AWE belakang/ PJ (Saiki jaya dan cabangnya Putra jaya)

“warteg mode : on”

Tempat makan yang satu ini merupakan salah satu favorit dari anak-anak Smansa. Dinamakan AWE sebagai singkatan dari “american warteg”, dan ditambah belakang, karena memang ada dua warteg yang cukup dikenal, dan yang satu ini terletak lebih “belakang” daripada AWE “yang satu lagi” (AWE depan).

Bagi saya pribadi, awal-awal masuk Smansa, AWE depan lebih saya ketahui daripada AWE belakang, tapi seiring berjalannya waktu (??) kepopuleran AWE belakang pun begitu terasa. AWE belakang juga dikenal sebagai AWE “ikhwan”, mungkin karena lebih banyak ikhwan daripada akhwatnya yang makan disana. AWE belakang dulu sempat dikenal pula akan harganya yang cukup bersaing, tapi akhir-akhir ini sepertinya harganya naik dan masalah harga tidak bisa dijadikan faktor + lagi.

Teman saya, sebut saja Ary, -dan memang merupakan nama aslinya-, sempat menggembar-gembor-kan cita rasa AWE belakang. (mungkinkah dia dibayar oleh pemilik AWE??) .

-Menu yang cukup favorit antara lain : tempe orek, telor ceplok, rawon, kentang kotak, dsb.

Trivia :

*termasuk salah satu andalan anak Smansa untuk makan siang.

*hal yang unik adalah, AWE belakang membuka cabang tepat disebelahnya.

*untuk yang hobi makan disana, bisa disebut juga sebagai “saikers”.


~AWE depan

“warteg on number two”

Sebagaimana AWE pada umumnya. Salah satu alasan mengapa AWE belakang disebut sebagai AWE ikhwan adalah, karena para akhwat biasanya kalo makan AWE, di AWE depan.

-Menu yang cukup favorit antara lain: telor, kentang kering, dsb.

Trivia :

*Azmi pernah memperkenalkan cara makan di AWE yang cukup unik. Beli nasi di AWE, lauknya pake ayam goreng yang dijual abang-abang didepan AWE .


~Delapan-delapan (88).

“makan-makan traktiran-traktiran”

Tempat makan seperti restoran kecil, kalo menurut saya, lebih banyak akhwat yang makan disini. Menu yang ada tidak seperti AWE yang merupakan masakan rumah. Enaknya makan disini, kalo bareng-bareng, kita bisa sambil ngobrol-ngobrol, dan jadilah 88 menjadi tempat yang berisik jika penuh. Tapi makan disini nice koq.

-Menu yang cukup favorit antara lain : nasi goreng, mie ayam, kwetiaw, es campur, es sejenis bumi hangus (strange name, but so sweet and delicious).

Trivia :

*Biasanya kalo ada yang milad, 88 bisa dijadikan alternatif tempat mentraktir.


~Mie ayam pelosok

“kenikmatan sebuah rasa” .

Pelopor untuk makan disini adalah Rahmat (Mamat), konon katanya dia menemukan tempat makan ini ketika sedang bersama omnya. Karena cita rasanya yang mantap, dan disebut-sebut memakai kuah rendang, mie ayam pelosok merupakan tempat favorit untuk makan mie ayam. Dinamakan mie ayam “pelosok” karena tempatnya yang memang di pelosok (atau terpelosok?).

*tempat tidak terjangkau gambar*..dijalan Anyelir deket Masjid yang deket sama TK..hheh..

-Menu favorit : ya mie ayam, emangnya jual yang lain?

Trivia :

*pernah dikatakan pula bahwa mie ayam pelosok mengutamakan cita rasa. (permainannya menggunakan cita rasa)..hheh, gayoo..style like an expert,xP

*jarang akhwat smansa ditemukan makan disini.


~Mie ayam “bega” .

“fullfiled with..”

Disebut mie ayam “bega”, awalnya karena kuantitasnya yang sangat banyak, sehabis makan mie tersebut, kita jadi merasa “bega”. Bahasanya yang lain dari bega itu..hmm..jengah?

Kuantitas yang sangat banyak, tetapi kurang ditunjang dengan kulitas rasa yang mumpuni, jadi cukup bertolak belakang dari mie ayam “pelosok” yang memang unggul dalam cita rasa tetapi kuantitasnya kalah dari mie ayam “bega”. Jika makan disini, rasanya lebih tepat ketika kita memang lapar, gak hanya lagi pengen makan.

-Menu favorit : obviously, mie ayam.

Trivia :

*pernah disebut-sebut oleh Bu Intan waktu mengajar saya ketika saya kelas XI (bukan dengan pujian).

*hmm..bukan jajanan sehat kali ya..

*boys rules..kalo dari Smansa, sepertinya hanya ikhwan yang makan disini.


~Nasi Uduk pecel ayam

“bersama disenja hari..bercerita dan berdiskusi bersama sahabat..” .

Tidak ada penamaan khusus untuk tempat ini, paling, kegiatan makan nasi uduk yang bisa juga disebut “nguduk”. Tempat makan yang buka mulai sore hari ini biasanya dikunjungi oleh saya dan para “udukerz” lainnya, kurang tahu apakah tempat makan ini juga merupakan favorit anak Smansa yang lain.

Hal yang menyenangkan adalah ketika makan disini bersama teman-teman yang lain sambil bercerita dan berediskusi berbagai macam hal yang menarik. Tempat yang asik untuk makan disenja hari sehabis maghrib atau Isya.

-Menu yang cukup favorit antara lain : selain menyediakan nasi uduk dan pecel ayam, ada juga seafoodnya.

Trivia :

*Jeda dari memesan sampai tersaji dimeja kita tergolong cukup cepat (walau tak secepat fastfood semacam warteg..hheheh..)


======================================================================

Ok, tampaknya hanya ini saja deh yang saya sebutkan disini, style like an expert? .hheh..however, im not expert in case of this thing, so.. it’s just an explanation from me, and maybe u have ur own opinion about?

Karena juga berdasarkan dari pengalaman, mungkin anda punya pengalaman yang lain tentang kuliner di Smansa dan sekitarnya yang mau ditambahkan? .

-EQ-

17 Januari 2008

*gambar diambil memakai google earth..

RELATED POSTS

8 comments

  1. Anak sekarang udah pada nggak makan Suroboyo ya?

    BalasHapus
  2. gyhahaha, dasar eq.. rumah makan padang agam jaya yang ada di arah barat laut kalo kita keluar smansa (halah ribet) itu juga enak kok q.. bisa minta nasi porsi spesial, hha.. slain sering makan di aw, parahyangan, 88, sering juga di belakang pasar, ada soto yang enak.. trus trus, bubur yang di depan pasar baru n depan jalanan SMA apa gitu juga enak.. trus trus, halah, ndak bakal ada habisnya ini.. hha..

    BalasHapus
  3. @ bang radon..

    suroboyo nama apaan bang??tempat makan ya?wah..saya gak tau tuh..dimana tuh bang?

    @ kak azkaa..

    rumah padang yang samping psycotron tuh kak?parahyangan mana lagi tuh?
    wah..soto belakang pasar emang mayan tuh kak..
    bubur depan pasar baru?yang deket apotik kah?
    yang depan jalanan SMA itu sya blm pernah..

    hha..kuliner abis deh..:P

    BalasHapus
  4. kak ecky, ada lagi tau. mie ayam di jalan jeruk, bakso barokah,, warteg samping wartel depan smansa,,ck ck ck mesti wisata kuliner lagi tuh kak ^^

    BalasHapus
  5. @ aishaa..

    hha..kan kalo ditulis semuanya cape sha..*alasan*..hhe

    BalasHapus
  6. suroboyo bukannya bakmie suroboyo ?? yg disebelah SSC nusantara ??

    Btw keren jg nih blog...

    gw sebagai saikers tentunya merasa bangga dgn termuatnya AWE belakang dlm blog ini..

    btw, warteg saiki jaya & putra jaya katanya udah punya situs eksklusif sendiri & forum resmi penggemarnya.

    -s0yuz-

    BalasHapus
  7. @ jebe

    suroboyo tempatnya disutuh?hhe

    makasi dah mampir..:)

    haa..dah lama gak ke AW belakang nih..hhe

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email