Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Ayat-ayat cinta, ekspektasi, dan catatan seorang sutradara..

19.54 Ecky A. 13 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb..



Ayat-ayat cinta, sebuah novel best seller yang juga diterbitkan di negara tentangga, Malaysia, akhirnya akan difilmkan. Novel karangan Habiburahman el-Shirazi (Kang Abik), adalah novel yang sangat populer di Indonesia, maka tak heran walaupun baru sekedar berita bahwa ayat-ayat cinta akan difilmkan, berbagai tanggapan hadir. Teman saya pernah berkata, -intinya saja- bahwa dia tidak mau menonton film ini (walaupun akhirnya dia mau menonton), mungkin, karena disebabkan pula karena, dia tak mau bayangannya tentang novel ayat-ayat cinta, berbeda atau hancur karena visualisasi dari filmnya.

Memang, membuat film dari sebuah novel, agak sulit menghindari adanya perbandingan antara film dengan novelnya. Hanung Bramantyo, sutradara yang menggarap film ayat-ayat cinta, dalam blognya berpendapat seperti ini,

. Bukan hal aneh ketika novel di filmkan pasti mengecewakan atau 'tidak sesuai ekspektasi pembaca', sekalipun ada juga film lebih bagus dari Novelnya. Bicara soal bagus mana antara Novel dengan Film, saya tertarik dengan ungkapan Andrea Hirata (Penulis Lasykar pelangi yang akan difilmkan oleh Riri Riza): 'Jika Filmnya nanti tidak sesuai dengan expectasi saya, maka yang saya pertanyakan justru ekspektasi saya.'….Film adalah bahasa visual sedangkan Novel adalah bahasa tulis (baca: teks). Teks mampu membimbing imajinasi kita secara bebas, sedangkan visual memberikan bentuk ‘Nyata’. Teks juga mampu menggambarkan secara detil suasana hati, sudut lokasi secara berurutan berikut kiasan-kiasannya, juga memaparkan latar belakang persoalan secara berkelindan, meloncat ke masa silam atau mendadak menjamah masa depan seolah tanpa ada beban. Tapi visual, dengan sifatnya yang nyata, bukan berarti tidak mampu menggambarkan detil persoalan, suasana hati dan latar belakang, akan tetapi memiliki karakteristik yang berbeda. Kita bisa melihat teks yang dibuat Ayu Utami dalam Saman. Lomptan bahasa antara orang pertama, kedua dan ketiga dengan bebas Ayu mainkan yang mana belum tentu memiliki kekuatan sama ketika itu di visualkan. Pendeknya, membaca Novel dengan menonton Film adalah dua pengalaman yang berbeda.

Sebuah pemaparan yang sangat bagus tentang sebuah perbandingan novel dan film. Dan memang, berbagai tanggapan orang-orang tentang film ini berbeda beda, mulai dari kekecewaan karena ayat-ayat cinta akan difilmkan, “ Pertama kali berita tentang pembuatan film AAC tersebar, halangan pertama datang justru dari pembaca. Diantara banyak yang berharap, mereka juga menyangsikan, sinis, dan mencemooh. Bahkan ada yang bilang : 'Wah, sayang sekali novel sebagus ini akan difilmkan. Jadi ill Feel, deh'. ada juga yang bilang 'Tidak pernah aku lihat Novel yang di filmkan hasilnya bagus, sekalipun Harry Potter. Apalagi ini.' ”-Hanung-, sampai pertanyaan kenapa yang menjadi Fahri adalah Fedi Nuril, yang menjadi Aisha adalah Ryanti (dalam proses pembuatan filmnya, pernah ada kejadian bahwa Ryanti akan dideportasi karena masa tinggalnya sudah habis (Ryanti masih menjadi warga negara Inggris saat ini) ).

Pada suatu hari ada sekelompok orang datang ke kantor MD, mereka bilang dari organisasi Islam. Mereka datang dengan membawa seorang lelaki berwajah putih dan seorang gadis berjilbab. Mereka bilang ...

'Ini calon pemain Fahri dan ini calon pemain Aisha' sambil menunjuk ke lelaki berwajah putih dan gadis berjilbab itu.

'Kami dari organisasi Islam' lanjutnya 'Kami sangat concern terhadap dakwah islamiah. Kami tidak ingin film Ayat-Ayat Cinta melenceng dari novel dan ajaran Islam. Kang Abik (Nama panggilan Habiburrahman El Shirasy) sudah tahu tentang ini.'

Kami hanya saling pandang dan tersenyum. Aku ... malu sekali. -Hanung-


*cool..

Ternyata pemilihan Fedi Nuril sebagai Fahri yang sepertinya mendapat sorotan dari para pembaca ayat-ayat cinta, tapi Mas Hanung menjelaskannya sebagai berikut, “Lalu ditengah keputusasaan kami datang seorang lelaki. Ganteng, tetapi tidak sombong (tidak merasa dirinya ganteng). Sering kita lihat di Mal-Mal, banyak lelaki pesolek, sadar sekali bahwa dirinya ganteng. Tetapi lelaki ini tidak . Dia sangat santun. Bahasanya pun santun. Ketika berucap Alloh, dia agak-agak canggung. Bahkan tidak fasih seperti ustadz. Pada saat dia sholat aku melihat gerakannya jauh dari sempurna. Tetapi lelaki itu punya mata yang didalamnya mengandung semangat belajar. Dia adalah Fedi Nuril. Aku berdiskusi dengan kang Abik. Terjadi tarik ulur dan perdebatan panjang. Akhirnya kita sepakat memutuskan dia yang main sebagai Fahri. Alasanku adalah, Fahri bukan lelaki sempurna. Tapi yang membuat Fahri tampak sempurna karena dia sadar bahwa dirinya tidak sempurna. Keputusan Fedi Nuril sebagai Fahripun mengundang banyak kesangsian di kalangan pembaca fanatik AAC, terutama di Malaysia.”

Mas Hanung Bramantyo dengan baik menjelaskan lika-liku pembuatan film ayat-ayat cinta dalam blognya. Beliau menjelaskan latar belakang pembuatan film dan pemilihan para pemeran di KISAH DI BALIK LAYAR AAC I, , harapan membuncah akan film ayat-ayat cinta yang harus diterbangkan angin di KISAH DI BALIK LAYAR AAC II, Terbayang olehku bangunan-bangunan bersejarah, menara-menara masjid Azhar yang tinggi menjulang, kios-kios berjajar, pasar-pasar tradisional, pyramid, guran sahara, pantai Alexandria yang indah … hilang … hilang ditelan angin begitu saja. Lalu pesan ibu terngiang : … Kalau kamu sudah bisa membuat film, buatlah film agama …

Ana aasif … ya ummi … “-Hanung-

Dan berbagai persoalan yang harus dihadapi di KISAH DIBALIK LAYAR AYAT-AYAT CINTA (bag.3) . Saya merasa bahwa cerita-cerita Mas Hanung tentang kisah dibalik layar aya-ayat cinta, terkesan cukup manusiawi sebagai seorang sutradara, dan juga sebagai seorang anak yang pernah dipesankan oleh Ibunya untuk membuat film Agama.

Mas Hanung menutup kisah dibalik layar AAC I dengan kalimat,

begitulah yang aku dapatkan di film ini. Film ini tidak hanya mampu merobah pandanganku tentang Film. Film ini mampu dan sudah merobah pandangan hidupku: tentang agama, kesetiaan, kerjakeras, komitmen, dan ... cinta. Berkali-kali aku berucap syukur yang besar kepada Tuhanku yang sudah memberikan aku jalan menuju kedewasaan. Berkali-kali aku berucap terima kasih kepada Kang Abik yang sudah secara tak langsung mempercayaiku menyutradarai film ini, dimana telah membuatku kembali merasa dekat dengan Islam yang indah, bersahaja dan penuh dengan toleransi. Dan terakhir, berkali-kali aku berucap syukur kepada Ibuku yang telah berpesan untuk membuat film tentang agama. Sekarang aku mengerti, kenapa Kau berpesan begitu Ibu. Tidak lain hanyalah untuk membuatku selalu dekat dengan Islam ...

La haula wa kuwwata illa billahi …

Membaca penuturan Mas Hanung tentang proses dibalik layar ayat-ayat cinta, membuat saya lebih menghargai beliau, ditulis dengan baik mengenai latar belakang, dan berbagai persoalan mengenai film ini, dan kita juga bisa melihat sisi personal seorang Hanung Bramantyo, dengan sisi humanis sutradara dalam sebuah pembuatan film.

Melihat thriler dari film ini membuat saya merinding dan menjadi cukup bersemangat untuk menonton film ini. Belum lagi setelah membaca blognya Mas Hanung. Untuk saya pribadi, saya cukup menanti-nanti film ayat-ayat cinta akan rilis, anda bagaimana?


-EQ-

22 Januari 2007

Jika anda mau membaca langsung penuturan Mas Hanung Bramantyo tentang proses pembuatan film ayat-ayat cinta, silahkan datang ke blog beliau di,
http://hanungbramantyo.multiply.com
.


*warna biru adalah tulisan dari Mas Hanung dalam blognya.
*bahan bacaan, http://hanungbramantyo.multiply.com
*gambar didapat dari http://jiwarasa.blogspot.com/ ,dan http://ayatayatcintathemovie.com
*Thanks to Bang Deni, atas inspirasi untuk memposting tentang ayat-ayat cinta ini,

RELATED POSTS

13 comments

  1. wah Qi, gw ngidam banget nih mo nonton nih film, udah nunggu2in, kalo boleh ngasih calon pemain fahri gw juga mo majuin calon jagoan gw,hahaha...

    BalasHapus
  2. hha..eq jga pengen nih nonton film AAC..

    mau jagoin nama syapa kak?

    BalasHapus
  3. adalah namanya, yang pasti kalo jagoan gw ini yang maen AAC gw bakal tonton noh film beribu-ribu kai, hehehe..
    lama banget ya keluarnya.

    Gimana kabar lo Q, baek?jadi inget jaman2 OPK pas angkatan loe deh,
    he3X

    BalasHapus
  4. @happy: gw tebak boleh gak hep? hho..

    @eq: gmana kalo blogger smansa nonton bareng AAC? =P

    BalasHapus
  5. @ kak happy
    hwahaha..kak, apakah jagoannya alumni smansa?hheheh..*hanya menebak*
    kbar sya ya..lagi ikut Ronin nih ka, doain spy dpt hasil yg terbak yah..

    MOPD dlu ya..hhe, ternyata setiap fase,kls X,XI,XII, beda2 feel2nya ya..hhe

    BalasHapus
  6. @kak azkaa..

    wah,boleh tuh kak..nonton bareng..heheh..:P

    BalasHapus
  7. ditunda lagi ampe 28 februari, katanya biar menghindari kontroversi, karena rencana awalnya mo diputer 14 ferbuari, alias pas hari plentin.

    BalasHapus
  8. @ bang faiz..

    oowh..gt yah..
    ditunda terus nih y..

    BalasHapus
  9. wahh..azka ama Eq sok tau nih,,
    ajakan azka boleh juga tuh nonton bareng AAc, dimana ya enaknya?
    lama banget sih nih film keluarnya..huh.
    ikutan ronin ya Q?didoain eh semoga usahanya berbuah hasil yang manis,amien.

    nih doa gw " Ya Allah, semoga adek saya yang satu ini semangat ikutan lesnya, diberi kemudahan saat ujiannya, semoga soal yang keluar gak susah-susah, yang gampang-gampang aja, yang Eq tau aja, dan semoga dya lulus serta diterima di universitas terbaik yang diinginkannya,,,amienn"

    BalasHapus
  10. @ kak happy

    makasi ya kak doanya..im really appreciated that..:)

    BalasHapus
  11. *baca doa di komen happy*

    amiiiiiiinnnn... iya q, penting juga tuhh ntar bikin postingan khusus minta doa.. doa orang-orang soleh/teraniaya/dll kan makbul insyaAllah..

    BalasHapus
  12. Jadi penasaran pengen nonton... :D

    BalasHapus
  13. @ kak azkaa..
    makasih ya kakz..:) im really appreciated that too..
    iya, mungkin nanti dibikin postingan itu

    @ lalahandi
    dah baca novelnya kan?hhe

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email