Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Ketika cinta itu bersemi

09.33 Ecky A. 5 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...




"Suatu hal yang manusiawi, jika seseorang mencintai tanah airnya. Akan tetapi, sebagai agama yang lengkap, sempurna, komprehensif, dan universal; Islam tidak melupakan masalah ini. Mencintai tanah air, atau sebut saja sebagai "nasionalisme", bukanlah segalanya bagi seorang muslim. Sehingga, jika seorang muslim harus dihadapkan pada pilihan antara membela Islam atau membela tanah air, maka Islamlah yang harus dibelanya. Bagaimanapun juga, Al-Islam ya'lu wala yu'la 'alaih (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam). Sesama muslim walau beda negara, mereka adalah saudara seagama. Namun, sekalipun satu bangsa satu tanah air bahkan satu keluarga, tetapi beda agama: maka mereka bukanlah saudara. Demikian Islam mengajarkan.

Nasionalisme sempit yang hanya memperjuangkan kepentingan sesaat tanpa didukung akhlakul karimah adalah rapuh. Tetapi, nasionalisme seorang muslim yang didukung akhlakul karimah tanpa mengeyampingkan agamanya, adalah energi luar biasa yang sanggup mengubah nasib bangsa."
-dikutip dari buku, Islam dan nasionalisme, Adhyaksa Dault-


Hari itu Kamis, 18 Juli 2007..Suara gemuruh Stadion Gelora Bung Karno terdengar walau kami belum memasuki stadion.. Semangat dan passion tiba-tiba timbul dan bergejolak..Suasana selama pertandingan tak lepas dari teriakan dari para supporter, untuk mendukung tim merah putih..Mendukung Indonesia berlaga dalam Piala Asia.



Menonton Indonesia melawan Korea Rep. di stadion Gelora Bung Karno, meninggalkan kesan tersendiri bagi saya. Rencana menonton ini dibentuk saat saya dan teman-teman berada disekolah, yang pergi membeli tiket adalah Faza, Burhan dan Dani (saya ingat cerita Burhan bahwa dia mengantri desek-desekan sampe kakinya enggak napak ke tanah) . Pada hari H setelah makan dulu, kami berangkat memakai motor.

Sampai disana, beberapa dari kami ada yang ingin membeli baju Indonesia warna putih, karena intruksi dari media, “mari kita tenggelamkan merah Korea” dan memang saat itu Indonesia akan memakai kaos putih. Tapi sayang, kami tak jadi membeli dan memutuskan untuk ke stadion langsung. Saat stadion sudah dekat dan suara gemuruh supporter Indonesia sudah terdengar, semangat tiba-tiba saja meluap, dan karena kami tidak mendapatkan tiket untuk satu sektor, maka kami berpisah menjadi dua bagian. Hal yang saya sayangkan adalah, walaupun ditiket sudah ada penomoran untuk tempat duduk, tapi ternyata kami boleh masuk sektor manapun dalam kelas tiket kami.

Masuk ke stadion, gemuruh suara supporter..Saat para pemain masuk lapangan, berbaris, lagu Indonesia Raya dinyanyikan. Mungkin inilah saat pertama kali saya berar-benar terharu dalam menyanyikan lagu Kebangsaan kita ini.


Indonesia, tanah airku, tanah tumpah darahku
Disanalah, aku berdiri, dari pandu ibuku..

Hiduplah tanahku, hiduplah negeriku,
Rakyatmu, bangsamu, semuanya..

Hiduplah Indonesia Raya..


Supporter Indonesia menyanyikan Indonesia Raya dengan penuh semangat, dengan tangan didada, saya bernyanyi dengan agak berteriak, penuh luapan rasa bangga..Melihat begitu padunya kami bernyanyi, dengan aura kebangsaan yang sangat terasa..menimbulkan perasaan yang sangat mengena. Selesai menyanyikan Indonesia Raya, saya sangat terharu ditambah suara saya pun jadi serak (jelas saya gak sendiri mengalami hal tersebut). Lebih-lebih ketika layar stadion menampilkan wajah seorang supporter yang tampak sangat tersedu-sedu sehabis menyanyikan lagu Indonesia Raya, sambil berkata ke arah kamera, “Indonesia..! Indonesia..!”.

Sepanjang pertandingan, stadion tak pernah hening, suara dari para supporter terus membahana. Salah satu atraksi yang menarik adalah ketika para supporter melakukan gerakan bergelombang, dari ujung ke ujung, berkali-kali, sangat menarik (walaupun saya sempat berpikir juga, kalo maen gelombang terus, kapan kita nontonnya, hhe).

Pertandingan terus berjalan, beberapa momen seru terjadi, sorak sorai penonton sudah tidak semeriah diawal-awal. Sekitar 10menit menjelang pertandingan berakhir, barulah suasana kembali meriah..dukungan dan teriakan para supporter terus membahana mendukung Indonesia yang ketika itu tertinggal 1-0 dari Korsel (Indonesia membutuhkan kemenangan untuk bisa lolos kebabak selanjutnya). Tapi sampai pertandingan berakhir, skor tetap bertahan, dengan hasil akhir kekalahan untuk Indonesia, yang memastikan bahwa Indonesia tidak lolos keputaran kedua Piala Asia.


=============================================================================


Event Piala Asia begitu terasa efeknya (setidaknya untuk saya pribadi), ketika kesebelasan Indonesia bertanding, dengan luapan dukungan dari penonton dimana-mana. Ketika berbagai lapisan masyarakat, Presiden, pejabat, anak sekolah, masyarakat biasa, anak geng dsb, bersatu untuk mendukung negeri ini, atas nama bangsa Indonesia..Semua terasa begitu menyatu.

..ketika kita bersatu..ketika rasa nasionalisme itu tumbuh..ketika cinta akan tanah air kita ada..ketika cinta itu bersemi..bersemi kembali..

ahh..cinta ini terasa begitu indah
..


===========================================================================

-EQ-
22 November 2007



RELATED POSTS

5 comments

  1. Oi, achei seu blog pelo google está bem interessante gostei desse post. Gostaria de falar sobre o CresceNet. O CresceNet é um provedor de internet discada que remunera seus usuários pelo tempo conectado. Exatamente isso que você leu, estão pagando para você conectar. O provedor paga 20 centavos por hora de conexão discada com ligação local para mais de 2100 cidades do Brasil. O CresceNet tem um acelerador de conexão, que deixa sua conexão até 10 vezes mais rápida. Quem utiliza banda larga pode lucrar também, basta se cadastrar no CresceNet e quando for dormir conectar por discada, é possível pagar a ADSL só com o dinheiro da discada. Nos horários de minuto único o gasto com telefone é mínimo e a remuneração do CresceNet generosa. Se você quiser linkar o Cresce.Net(www.provedorcrescenet.com) no seu blog eu ficaria agradecido, até mais e sucesso. If is possible add the CresceNet(www.provedorcrescenet.com) in your blogroll, I thank. Good bye friend.

    BalasHapus
  2. assalamualaikum..
    jujur deh Q, ane kalo harus buat atau posting panjang biasanya males baca.. tapi ane ambil inti dari blog nt yah!
    sesuai dengan ur request n i accepted.
    klo boleh cerita mungkin ane bukan orang yang nasionalis. ane nggak pernah ikut upacara bendera kalo g karena terpaksa atau dipaksa guru, biasanya ane cabut..
    ngumpet dimusholah.. ane nggak pernah hormat bendera pas upacara (ini kalo terpaksa upacara)
    buat apa siy hormat bendera??
    tapi ya bukannya ekstrim tapi ya begitulah ane..
    gimana menurut nt?

    BalasHapus
  3. @ crescenet, ini spam atau sejenisnya y???

    BalasHapus
  4. @ crescenet, ini spam atau sejenisnya y???

    BalasHapus
  5. @ band Deni

    hmm..memang c, ada orang yang begitu, untuk menjawabnya,
    an ngutip aja ya dari buku "Islam dan Nasionalisme" karya Adhyaksa Dault,
    "Suatu hal yang manusiawi, jika seseorang mencintai tanah airnya. Akan tetapi, sebagai agama yang lengkap, sempurna, komprehensif, dan universal; Islam tidak melupakan masalah ini. Mencintai tanah air, atau sebut saja sebagai "nasionalisme", bukanlah segalanya bagi seorang muslim. Sehingga, jika seorang muslim harus dihadapkan pada pilihan antara membela Islam atau membela tanah air, maka Islamlah yang harus dibelanya. Bagaimanapun juga, Al-Islam ya'lu wala yu'la 'alaih (Islam itu tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi dari Islam). Sesama muslim walau beda negara, mereka adalah saudara seagama. Namun, sekalipun satu bangsa satu tanah air bahkan satu keluarga, tetapi beda agama: maka mereka bukanlah saudara. Demikian Islam mengajarkan.

    Nasionalisme sempit yang hanya memperjuangkan kepentingan sesaat tanpa didukung akhlakul karimah adalah rapuh. Tetapi, nasionalisme seorang muslim yang didukung akhlakul karimah tanpa mengeyampingkan agamanya, adalah energi luar biasa yang sanggup mengubah nasib bangsa."


    jadi..ya kl masalah itu an gak mau yang ngejudge2..tp kan kita niatnya gak mau yang macem2 sama tuh bendera.

    okeh..^.^

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email