Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

micro-blogging

08.17 Ecky A. 2 Comments Category :


بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...




Halaman yang dipenuhi oleh kata-kata , foto, banner, dan -bagi orang yang sedikit mau mengambil keuntungan-, Adsense dari Google, adalah bagian-bagian yang biasa kita temui dalam sebuah blog. Tapi bagaimana jika kita menemukan sebuah blog, yang hanya berisikan icon emotions, dan sebuah shoutout? Ya, sebuah cara nge-blog yang lain dari cara konvensional telah lahir, micro-blogging.
Mengutip kata-kata dari tempo, “sebagaimana namanya, micro-blogging adalah aktivitas nge-blog dengan ki
riman atau posting yang pendek-pendek…menurut catatan situs ensiklopedia online, wikipedia, micro-blogging identik dengan teks pendek (kurang dari 200 karakter) dan dipublikasikan dengan pesan pendek dari telepon seluler, pesan instan, e-mail, MP3, sampai situs web.”

Micro-blogging adalah cara nge-blog yang cukup unik, jika mau dianalogikan mungkin akan seperti, sms-an dan surat menyurat. Tujuannya adalah berkomunikasi lewat tulisan, tapi jelas bahwa ada perbedaan mencolok antara sms-an dan surat menyurat. Sms-an yang bahkan bisa dilakukan sambil berjalan, berbeda dengan surat menyurat yang memerlukan alat tulis dan prangko, ada perbedaan mencolok jika dinilai dalam hal ke-praktisan dan pemakaian waktu. Seperti itu jugalah saya melihat antara blog biasa dengan micro-blogger (jika analogi terlalu tidak nyambung, harap dikoreksi). Micro-blogger tidak memerlukan ulasan panjang, dia hanya butuh sedikit kata-kata yang singkat, lagi-lagi mengutip tempo, “…menceritakan apa yang sedang dikerjakan, lokasi, keadaan, dan peristiwa. “Semacam pengalaman dan observasi singkat on the spot,”katanya (Budi). Cara nge-blog model baru ini mengingatkan saya dengan fitur shoutout yang ada dalam situs jejaring sosial, friendster , tapi ada beberapa tambahan fitur dalam situs-situs micro-blogger, ada situs yang memberikan fasilitas pengiriman posting yang bisa dilakukan lewat sms dan GPRS, ada yang memberika fitur mood untuk menunjukkan mood user dsb.

Situs micro-blogging paling populer didunia menurut tulisan tempo adalah Twitter dan Jaiku .Twiiter bahkan memiliki kandidat Presiden AS Barack Obama, sebagai anggotanya. Walaupun blog konvensional memiliki banyak orang-orang terkenal sebagai penggunanya, tapi keikutsertaan salah seorang kandidat presiden AS sebagai anggota micro-blogger membuktikan bahwa nge-blog cara baru ini sudah cukup populer (dan Twitter pun memiliki anggota sampa 20 juta oran).
Indonesia juga tampak tak mau ketinggalan dengan micro-blogging, ini dapat dilihat dengan adanya dua situs micro-blogging yang popler di Indonesia, yaitu kronologger dan moodmill. Data pada hari Jum’at, 9 November 2007, Kronologger telah beranggotakan 861 orang dan moodmill sudah mencapai 1200 orang.

Saya masing ingat ketika blog saya diberi kritik oleh teman saya, dia mengatakan –yang intinya bahwa-, “hal-hal seperti “do you know this” (postingan saya yang berisi hal-hal yang saya anggap menarik) emang bagus, tapi blog tuh isinya kan kegiatan atau apa yang lo alami sehari-hari (jurnal).”
Walaupun –mungkin- sejatinya bahwa ide dan tujuan awal dibuatnya blog adalah sebagai situs yang berisi tentang jurnal pribadi, tapi pada perkembangannya, blog pun dapat dijadikan sebagai tempat menyalurkan ide, opini, kreativitas, hobi, dan sebagainya, tidak sekedar sebuah situs yang menceritakan apa yang kita alami dan lakukan sehari-hari.

Seiring perkembangan teknologi, ternyata nge-blog tidak hanya berisi tentang kegiatan atau jurnal pribadi, atau bahkan tidak sekedar tempat beropini dan menyalurkan hobi. Nge-blog juga dapat dilakukan secara “mikro”, mikro-blogger. Memberikan posting tentang apa yang dilakukan, dilewati, dialami, mood, hal-hal sederhana, atau sekedar ungkapan hati, yang semuanya singkat. Ah..mengutip lagi kata-kata yang ada dalam tempo, “Semacam pengalaman dan observasi singkat on the spot,”. (on the short way, definitely).


============================================================================


Walaupun menulis tentang micro-blogging, saya pribadi pun sampai saat ini belum mencoba nge-blog dengan cara “mikro”.

-EQ-
1 November 2007

Sumber utama : iTempo, suplemen gaya hidup digital, Koran Tempo.
Jum’at, 1 November 2007

RELATED POSTS

2 comments

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email