Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

wajah olahraga kita

16.57 Ecky A. 0 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...

Ada sebuah kata-kata yang sempat diutarakan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault dalam sebuah program talkshow kick and!, intinya “Ada dua kesempatan bendera Indonesia dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan, pertama, jika Presiden melakukan suatu kunjungan kenegaraan, dan kedua, jika seorang atlit Indonesia memenangkan sebuah event Internasional, jadi, peran seorang atlit sama dengan tugas seorang Presiden (mungkin maksudnya adalah peran seorang atlit dalam sebuah event internasional adalah mewakili negaranya).”. Acara yang menampilkan topik tentang kesejahteraan para pensiunan atlet mendatangkan beberapa atlet jaman dulu beserta ulasan kondisinya sekarang, dan mungkin sudah bisa ditebak, betapa beberapa atlet tersebut (yang sekali lagi, berprestasi pada masanya) jauh dari taraf sejahtera.

Mungkin inilah gambaran atas sikap pemerintah kita terhadap olahraga, yang saya akan ambil contoh, sepak bola. Saya sering merasa bahwa pemerintah suka maunya yang instan-instan aja, mau cepet berprestasi, pelatih gagal, pecat, dan terkesan kurang mau memberikan waktu lebih untuk membangun timnya. Kalau saya bandingkan dengan, hmmm…Arsene Wenger di Arsenal yang melatih sejak 1997 sampai sekarang, dan lebih extrim lagi Alex Ferguson di Manchaster United yang telah memegang kursi kepelatihan selama lebih dari 20 tahun. Coba bandingkan dengan last dismissed Indonesian coach Peter With, dan pelatih Indonesia sekarang yang dulu sempat dipecat, Ivan Kolev (dulu kayaknya belum bisa bahasa Indonesia nih, tapi sekarang dah bisa kayaknya).

Jika tadi Timnas kita, coba deh sekarang kita lihat sedikit wajah persepakbolaan tanah air, perkelahian antar pemain, antar suporter, kerusuhan dan penganiayaan kepada wasit sepertinya sudah menjadi hal wajar belakangan ini, (bahkan saya sempat mendengar komentar seseorang kalo dia nonton Liga Indonesia, yang dia tunggu adalah bagian berantemnya…), haduuuh, emang sih, saya juga ngerasain kalo lagi maen bola, bawaan emosi kepada lawan emang gede banget, belum lagi kalo wasit bikin keputusan controversial, bawaan maen tangan ada aja deh, tapi Liga Indonesia adalah kompetisi Nasional bro, dan hal-hal yang sudah sering terjadi seperti pemukulan wasit dan berantem antar pemain seharusnya bisa dikurangi kan?


Kembali kepada acara kick and!, sangat terlihat pemerintah kurang sekali dalam masalah kesejahteraan mantan atlet, tapi sejujurnya saya melihat Bapak Adhyaksa Dault sangat kompeten sebagai menpora. Kenapa kalo mau hasil bagus tapi masa depan juga dipikirin?At least pemerintah juga kan bisa membantu para atlet mendapatkan pekerjaan. Susi Susanti yang juga hadir dalam acara tersebut sempat berkata bahwa jika seorang atlet telah melalui masanya, dia akan menjadi seorang warga biasa, masyarakan biasa.(sebuah kata-kata yang dilontarkan dari atlet tentang atlet, nice…). Ya, pikirkan bibit muda, sekarang, dan masa depan juga kan?Ayo Kementerian.

Yah, ditengah mandeknya prestasi olahraga kita khususnya yang menjadi sorotan adalah sepak bola dan bulutangkis, negara kita mendapatkan kesempatan emas menjadi tuan rumah Piala Asia bersama Malaysia, Thailand dan Vietnam (sebenarnya saya sedikit bingung nih, lobi Indonesia mantep juga sampe bisa mendapatkan kesempatan tersebut, walau jadi tuan rumahnya gak sendiri sih), beberapa nama terkenal dalam sepakbola Asia+Aussie (iya nih, Aussie yang sebenarnya sebuah benua malah masuk zona sepakbola Asia, salah satu alasannya adalah hanya Selandia Baru yang mendingan melawan Negara Benua dalam hal sepakbola di zona Aussie Oceania). Ok, semoga Piala Asia berjalan lancar, dan sepakbola Indonesia bisa berbicara banyak dalam perhelatan akbar sepakbola Asia ini.



===========================================================================

* Satu yang nice juga dari kata-kata Menpora kita adalah, olahraga bisa menjadi solusi atas narkoba,perkelahian, dll (walaupun perkelahian tersebut kadang terjadi juga falam olahraga)

* Saya bingung nih sama Malaysia, antara arogan dan nasionalis, kunjungan Manchaster United ke Malaysia yang bertabrakan dengan event Piala Asia kali ini sebetulnya sudah dikecam AFC dan FIFA karena ditakutkan akan mengganggu event, tapi pembatalan atau penundaan kedatangan klub besar tersebut tidak dilakukan dengan alasan kedatangan MU adalah salah satu acara memeriahkan 50tahun kemerdekaan Malaysia. (kalo pernah ngeliat iklan Enjoy Malaysia akhir-kahir ini, iklan berkelas menurut saya, nice banget…akan ada kata-kata memperingati 50tahun kebangsaan, ternyata dalam memperingati hari kemerdekaannya, Malaysia juga sekalian mempromosikan pariwisatanya..ebat juga marketingnya y)


-EQ-

RELATED POSTS

0 comments

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email