Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

1st impression

17.21 Ecky A. 3 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...












We don’t need to whisper…itulah awal kalimat yang membuat saya merenung sedikit. Dulu, saya sempat salah mengartikan arti kata pada kalimat tersebut yaitu “whisper” dengan kata “wish”, lalu saya dengan langsung mengartikan kalimat tersebut menjadi “kami tidak perlu berharap” (padahal, emang ada kata wishper?).

Kalimat diatas adalah judul sebuah album pertama band rock -angels and airwaves-, band baru pecahan blink182 (huuuh, why they must broke up?). Pertama kali saya mengetahui judul albumnya, 1st impression saya adalah, “sombong juga nih, gak pada butuh berharap?”, yah walaupun saya tetep suka sama band tersebut.

suatu suatu hari, saya agak terkejut setelah mengetahui bahwa saya salah mengeja whis menjadi wish, kalimat yang ternyata berkata “we don’t need to wishper”,(mirip dengan sebuah serial TV “gosh wishper”), “kami tidak perlu berbisik”. Mengetahi fakta tersebut telah mengubah banyak pandangan saya tehadap band tersebut, yang akhirnya menjawab mengapa ada review sebuah media tentang band tersebut yang mengatakan, (kira2 begini ) “bilang cinta pun bisa denga berteriak”, yang ternyata mengacu pada lagu2 pada album tersebut yang memang bernada agak keras. Ooh, jadi mereka ternyata mau berkata bahwa, kami tidak perlu berbisik…

Bayangkan, kesan pertama saya yang salah yang sama sekali berbeda dengan apa yang seharusnya, perbedaan dari berharap (wish) dengan berbisik (whis), (hha, english saya emang not good..), sebuah tabir yang membuka pandangan saya, kacamata baru dalam melihat.

====================================================================================

Kadang kala, hal seperti ini suka terjadi dalam kehiduan kita. Pernah gak c temen2, punya kesan petama, atau kedua, atau seterusnya terhadap seseorang, kesan yang tidak begitu baik?yah, saya sendiri mungkin sering menjudge seseorang tanpa sadar fakta sebenarnya yang ada. Kasus seperti ini mungkin mirip dengan yang salah seorang sahabat saya katakan (Riky), (ini mengomentari kebijakan kami dalam LDK MPK/ OSIS), “kadang gw juga bingung, emang gw tau, kesananya dia akan jadi apa, lebih baik atau sebaliknya? Kalo gw nilai jelek trus gak gw lolosin, tapi emang gw bakal tau dia bakal jadi jelek terus kedepannya?”, kira2 begitu, lebih jelasnya, yah, mungkin kita pernah menilai –lo gak pantes masuk MPK/ OSIS-, tapi muncul keraguan, apakah penilaian saya ini benar untuk kedepannya, atau malah menunda ilmu yang bisa dia dapat dalam MPK/ OSIS . Bahkan c Riky yang menjabat ketua panitia LDK untuk menyeleksi pengurus 0607 terlihat begitu tertekan.

Semoga kasus yang terjadi pada penilaian sebuah album band, bisa saya pelajari, bahwa tidak baik menilai seseorang tanpa tending aling-aling, (walaupun kadang kita bisa memakai firasat). Karena kesan pertama yang salah, bisa merusak apa yang sebenarnya ada, menutup mata dengan pencitraan kita sendiri pada saat bidikan pertama. Ternyata, melihat dengan kacamata kesan pertama gak selamanya benar y?hha, tapi bagaimana ya, dengan love at first sight?hhehe…

Yah, Seperti jargon sebuah iklan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya, terserah anda”, tapi jika kesan pertama sedikit meragukan, apa salahnya menilai lagi dalam kesan kita yang berikutnya?

=================================================================================

-EQ-

2 Juni 2007

RELATED POSTS

3 comments

  1. Hm..hm..

    Ya c,,
    berasa aga kesindir juga baca blog kk..hehe..
    coz ya.. ga dipungkiri.. sering bgt menilai orang cuma dari kesan pertamanya aja..
    cotohnya pas kemaren yang di cimanggis..kan kenal bnyak orang baru, yang waah.. aneh2 beth dah,,hehe..

    hm..ttg ldk..
    jdi kepikiran juga..
    jadi..sebenernya yg baik tuh gimana??
    ngasih kesempatan dlu ajakah??

    BalasHapus
  2. hmm..1st impression..
    sering juga sih gw salah mengartikan something or someone.
    ya, intinya sih tak kenal maka tak sayang.
    hmm..

    ..nice blog

    BalasHapus
  3. eq,
    bisa aja lo menyambungkan misunderstanding lo dengan masalah 1st impression (hehe abis tadinya gue kira lo mau ngejelasin arti lagu itu), eh terus disambungin lagi ke love at first sight hehe :p

    eh q, gue mau nanya deh..
    1st impression itu menurut lo erat kaitannya dengan masalah penampilan ga?

    *btw yg bener tedeng aling-aling apa tending aling-aling c? hhe gue kan orang sunda q*

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email