Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

tough girl

08.36 Ecky A. 0 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...



melanjutkan bagian akhir pada postingan -historical photo's-, tentang bagaimana hebatnya seorang wanita yang tangguh...
hari ini, saya membeli sebuah koran, dalam bagian Dialog Jum'at, ada sebuah artikel dengan judul Era Baru Politisi Muslim..ternyata era baru yang dimaksud adalah era baru muslim Denmark, karena baru-baru ini, seorang muslimah bernama Asma'a Abdol-Hamid (25 tahun),Muslimah keturunan Palestina, maju dalam pemilihan anggota legislatif di Denmark...dibawah ini adalah beberapa foto beliau...



Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa beliau didukung oleh beberapa partai yang menyuarakan multikultural di Denmark..Sehari setelah pengumuman dirinya mencalonkan diri sebagai anggota parlemen, teror fisik dan psikis mulai dialami oleh Asma'a, sebagian lagi mempersoalkan dinya yang mengenakan jilbab.
Asma'a adalah seorang wanita keturunan Palestina yang juga seorang pekerja sosial dalam Green Alliance Part, dan beliau juga eorng muslimah yang taat, beliau juga menghormati lawan jeninya dengan cara menyilangkan tangannya di dadanya. Tapi hal ini mendapat kecaman publik Denmark (sudah dapat ditebak sih...), bahkan media Denmark menyebutnya "antek" nazi swastika, lalu "perlu cuci otak dan bantuan psikiater".
Sebelum marak dikenal sebagai calon anggota parlemen, sebelum ini disebutkan bahwa beliau juga pernah menjadi bahan pemberitaan karena merupakan wanita berjilbab pertama yang tampil sebagai host untuk acara diskusi Muslim.
dibawah ini adalah petikan artikel (mirip wawancara) dengan situs Islamonline
By Nidal Abu Arif, IOL Correspondent


Proud Muslim

Asmaa co-presents the program with Danish journalist Adam Holm.

The young lady has grown up in Denmark since she was six years old.

"I'm proud to be a Danish Muslim of Palestinian origin," said Asmaa, who is doing an MA in sociology.

"My family has supported me and gave me full freedom of choice," she added.

Asmaa has been singled out of four other competitors for the TV program.

"I was the only hijab-clad woman among the candidates," she noted.

"It is now my responsibility to present the true image of Islam as an ambassadress of the Muslim faith."

Asmaa rejected that she was chosen for hijab or as a gesture of goodwill from the Danish government to the Muslim world.

"I have the necessary qualifications for the job as a fluent Danish speaker and a confident presenter and interviewer," she explained.

Love/Hate Mails

Asmaa believes that her hijab will be the talk of the audience at the very beginning.

"But I'm confident that with the passage of time they would come to realize my distinct personality and presentation."

She said that she had received love and hate e-mails from Danish viewers.

"Some e-mails were critical and offensive; but I was never provoked and dealt with them in accordance with our Islamic teachings, trying to explain my viewpoints to the senders."

She hopes that her program will appeal to the Muslim minority in the country, urging Danish Muslims to participate and integrate into society.

"This would help Muslims become part and parcel of Danish society," she said.

Muslims make up around three percent of Denmark’s 5.3 population, making Islam the second largest religion after the Lutheran Protestant Church.

Islam, however, is not recognized by the state unlike Christianity and Judais


Tak diragukan lagi, beliau adalah salah satu contoh seorang muslimah yang hebat.

*sedikit tambahan...kendaraan utama saya untuk menuju sekolah adalah KRL Daop I Jabotabek (bahasa gampangnya adalah -kereta-...), temen-temen bisa lihat sendiri, saat-saat jam masuk kerja, penuhnya yang sangat luar biasa,( kecuali hari Sabtu),,bahkan di atap kereta pun penuh!...saya sering melihat akhwat yang berjuang untuk masuk kedalam gerbong, sengat hebatnya mereka berjuang (tp ada juga yang menyerah...), terkadang saya berpikikir, bagaimana jika akhwat itu adalah adik saya?...dan saya juga bisa menilai, mereka juga para akhwat tangguh...
>>>tapi untuk para akhwat dan ikhwan, saya sangat-sangat menyarankan (ksususnya wanita), jangan memilih menggunakan Kereta jika tidak SANGAT terpaksa...terlalu banyak resikonya...banyak orang jahat disana (jam tangan yang sedang saya pakai pernah hilang..padahal sedang saya pakai...), kebanyakan orang yang naik kereta juga selfish, apalagi lingkungan kereta adalah lingkungan yang menurut saya sangat tidak baik...
so, bersyukur nih yang tidak perlu naik kereta untuk pergi sekolah..^.^...tapi naik kereta banyak pengalaman juga jadinya...hhehe...

===============================================================================


korannya adalah Republika, Jum'at 4 Mei 2007
situsnya islamonline

-EQ
-

RELATED POSTS

0 comments

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email