Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

First Cerpen, Rindu dan Harapan

16.03 Ecky A. 5 Comments Category :

بسم الله الرحمن الرحيم


Assalamu'alaikum wr wb...


critanya gni...kan kls XII dapet tugas ujuan praktek bhs.Indonesia salah satunya bikin cerpen...
so, saya masukin aja deh cerpen saya kesini...
hha, gak bagus c, tp gpp lah...toh cerpennya aja cuma dibuat dalam 1 malam...cerpennya masih banyak kesalahan, tp disini belum dperbaiki...maaf...

Thanks 4 Bintang untuk puisinya, langit subuh, buat Tary anhasanah untuk puisinya, biarkan mengalun sendu...
Thanks 4 visiting my blog


*Nabila Azzahra sebenernya nama ade saya,hhe...dan Azzura adalah nama salah seorang cerpenis d FLP (Azzura Dayna...what a nice name i think..) dan Ruenesia pun adalah ID untuk char saya di Gunbound...

*and important that, dont think this is a real story of me...hhehehe...(kl dbilang gt malah kepikiran y..
.....)

-EQ-





Rindu dan Harapan


Perjalanan pulang dari mushala disubuh ini membuatku segar kembali, pagi yang indah itu akhirnya tiba…pagi yang indah, diterangi dengan lembutnya sinar sang mentari dan embun sisa hujan tadi malam, ah...menambah sejuknya pagi ini. Ku sempatkan diri tuk menyapa sang mentari, sang bulan masih enggan tuk tinggalkan langit yang mulai terang, ku lihat di ufuk timur, bintang pagi tetap setia menemani kemunculan sang mentari. Pagi yang sempurnya untuk memulai aktivitas, pikirku dalam hati. Lalu kuteringat puisi karangan sahabatku, Bintang, yang berjudul langkah subuh...


menapak kakiku di subuh-Mu menyambut seruan-seruan cinta menatap.........
sujud bintang-bintang langit mendengar.......
senandung pujian rembulan malam penuh cinta nan bercahaya untuk-Mu, karena-Mu kutatap diriku adakah jiwa merengkuh cinta?
cinta berselimut gerimis rindu? duhai Pemilik Subuh...
fana telah membungkusku,dusta telah menerkamku ombak lautan hitam telah menenggelamkanku gedung megah telah mengecilkanku duh dimanakah aku dimataMu.......... duhai Penebar Cinta-Cinta Subuh...
jejakku kini basah airmata jiwaku kini sesak harap tubuhku limbung penuh tanya Kaukan dekapkah aku dalam cahaya?
Kaukan taburkankah ampunan untukku? gegas langkahku menuju rumah-Mu, semoga.....
menjadi mutiara cinta-Mu padaku,
menjadi pembuka maafMu untukku
Duhai Pemilik Subuh.....

Sesampainya dirumahku yang nyaman, walaupun bukanlah rumah yang bisa dikatakan sempurna, tapi ku bersyukur masih bisa tinggal dalam sebuah rumah dikala saudara-saudaraku diluar sana masih ada yang tidak mempunyai rumah, bahkan diusir dari rumahnya sendiri.
”Rue, ayo sarapan”, ibuku memanggil...namaku adalah Ismail Ruenesia, tapi ku biasa dipangil dengan panggilan Rue,
”Iya Bu, sebentar”, jawabku, ku bergegas mengganti bajuku dengan seragam sekolah, kulihat jam dinding, ah, masih jam lima lewat seperempat, tak usah terlalu terbutru-buru lah pikirku dalam hati. Selesai berganti baju, ku datang bergegas kemeja makan, dan memulai sarapan, tanpa terlalu kenyang, karena ku tak ingin malah mengantuk setibanya disekolah nanti. Tak lama kemudian kuselesaikan sarapanku dan meminta izin pegi kesekolah kepada Ibuku, kebetulan Ayahku sudah berangkat kerja dan kulihat adik-adikku pun sudah memulai sarapannya.

”bu, Rue berangkat dulu”, kuminta izin,
”Iya, hati-hati dijalan ya”, Jawab ibuku
”Rue berangkat dulu ya Bu, Assalamu’alaikum”
”wa’alaikumussalam”

Bismillahirrahmanirrahim...ku melangkah, menuju kesekolahku. Alhamdulillah, A, merupakan sekolah favorit di daerahku, suatu kebanggaan dan anugrah bisa bersekolah disini, bahkan ku berpikir, akan jadi apa sekarang kalau dahulu ku tak bersekolah disini.


*****


Sesampainya disekolah, ku bergegas menuju kelasku, kelas yang nyaman dan sangat kompetitif, merupakan modal bagus, mengingat sekarang ku telah kelas XII dan akan segera menyongsong masa depan. Mengingat hari ini tidak ada jam tambahan pagi, kusempatkan diri untuk membaca Almatsurat dan bekeliling untuk melihat-lihat.

”Assalamu’alikum Rue..”, suara seseorang tiba-tiba muncul dari arah belakang.

”Waalaikumussalam”, jawabku, kubalik badanku untuk melihat sosok seseorang yang memangilku, tiba-tiba, badanku tiba-tiba tersontak kaget, hatiku mendadak berdegup dan perasaan antara excited, malu, senang, bercamur dalam diriku. Ku lihat seorang wanita cantik berjilbab yang kukagumi semenjak kls X, Azzura. Namanya saja sudah membuatku kagum, Azzura Nabila Zahra, atau kalau ku artikan dengan kemampuan seorang anak seorang SMA yang tak pernah les bahasa Arab atau Italia, artinya adalah, bunga biru Nabila...azzura diambil dari kata azzuri, bahasa Italia untuk biru, dan zahra, bahasa Arab yang artinya bunga, tapi ku tak pernah berani untuk menanyakan kebenaran hipotesaku tentang arti namanya ini kepadanya. Dalam pikiranku, Azzura adalah seorang wanita yang benar-benar wanita, kumengenal sedikit banyak tentangnya, ku berteman dengannya sejak kelas XI, sejak ku 1 organisasi dengannya di ROHIS dan juga MPK/ OSIS. Dia pribadi yang sangat angun, belum pernah kulihat dirinya marah didepanku, selalu kulihat senyum manisnya tersimpul untukku, dia bagaikan selalu ceria, dan Azzura juga seorang yang sangat cerdas, hal ini sangat terlihat kalau kami sedang rapat bersama dalam satu forum, sangat terlihat jelas kecerdasan seorang Azzura, ah,kadang kuharap dia ada untukku..Yah, kalau kuadukan perasaan ini kepada temanku, dia lebih sering berkata, ”wajar lah Rue, perasaan-perasaan kayak gitu, pasti muncl lah, dibawa santai aje,”, haha, ku selalu terlalu tertawa jika curhat kepadanya. Dibawa santai, itula intinya, karena sekarang kusudah harus fokus untuk masa depanku.

”Rue kenapa?kok bengong”, Azzura membangunkanku dalam lamunan,
”Oh, enggak, hehe, maaf..”, Jawabku
”huu, dasar...ya sudah, Azura kekelas dulu ya,Wassalamu’alikum”,
”Wa’alaikumussalam”, Jawabku, ah, lagi-lagi sikapnya yang lembut meluluhkanku, fyuuh...sabar-sabar...kuberkata dalam hati...

Ingat dengan tujuan semula, ku lanjutkan pagi itu dengan melihat-lihat sekolah dipagi hari sebelum jam pelajaran dimulai. Kriiing...20 menit kemudian bel berbunyi, tanda bahwa aku sudah harus masuk jam pertama..


*****

Hari- hari akhir semester 2 sudah dimulai, Try out sana sini sudah merpakan rutinitas, buku-buku UAN dan SPMB adalah makanan sehari-hari, hari-hari ini terasa sangat berat. Tapi kebersamaan kelas XII sangat terasa disaat-saat seperti ini, bagaimana kami semua bahu membahu, saling mendoakan, saling memotivasi, untuk berjuang menggapai masa depan kami.
Maka mudahkanlah jalannya ya Allah,
maka mudahkanlah jalannya ya Allah.
Itulah lantunan doa yang selalu kami ucapkan dihari-hari menjelang UAN dan SPMB ini.


Aku yang lemah tanpamu ya Allah,
Aku yang tersesat tanpa petunjuk-Mu ya Allah...
Maka mudahkanlah ya Allah,
Maka mudahkanlah jalannya ya Allah...
Maka mudahkanlah ya Allah,


Pikiran-pikiran lain tanpa terasa mulai tertelan kebimbangn akan masa depan, keluar biasaan yang kulihat disini. Keambisiusan, harapan, dan jalan berbeda yang akan ditempuh, untuk masing-masing...kini terlihat jelas, kami bukanlah lagi seorang anak TK, yang akan melanjutkan SD, kami bukanlah lagi seorang anak SD, yang akan melanjutkan SMP, dan kami bukanlah lagi seorang anak SMP, yang akan melanjutkan SMA, tapi kini kami adalah seorang pemuda-pemudi, yang mempunyain harapan masing-masing, bintang masing-mansing, impian masing-masing,bintang yang kami sudah lihat semenjak Taman Kanak-Kanak, harapan yang kami tanam sejak kami bahkan belum tahu apa itu arti sekolah, mimpi yang kami rajut sejak kami tahu, bahwa kamilah penerus...perajut ...harapan...untuk masa depan.
Sekali lagi kuberdoa segenap harapanku kepada-Nya...Maka mudahkanlah jalannya ya Allah, maka mudahkanlah jalannya ya Allah...


*****


Malam ini terasa dingin dan menusuk, dalam lantunan doa kumenangis...dalam harapan kepada-Nya ku berdoa...ya Allah, berikanlah yang terbaik bagiku dan bagi saudaraku, hamba-hambamu. Jika kelulusan adalah yang terbaik, maka berikanlah kami kelulusan itu ya Allah...kami yang lemah tanpa-Mu...memohon kepadamu...
Hari pengumuman hasil Ujian Akhir Nasional itupun datang, dengan tegang kami menunggu, dengan penuh harapan kami menunggu...dan hasil itupun keluar, dalam daftar siswa-siswi SMA Negeri 1 Depok, dapat terlihat jelas, bahwa semua siswa-siswi SMANSA tertulis dalam daftar tersebut, ya, semua, semua dengan predikat LULUS. Kebahagiaan bercampur haru, lantunan hamdalah dan uji syukur terhambur dari masing-masing kami kepada sang Khalik. Terima kasih ya Allah, atas semua anugrahmu.


*****


Ujian selanjutnya, ya, ujian selanjutnya, yaitu SPMB telah menunggu, aku akan mengambil jurusan arsitektur, ku ingin menjadi seorang arsitek, kuyakin bahwa aku bisa. Sementara yang kutahu, Azzura mengambil jurusan sastra Arab, di Uni Emirat Arab University. Ah, begitu luar biasa dirinya, perasaan rindu kadang merasuk dalam diriku, akankah dimasa depanku kuharus berpisah dengannya? Akankah seorang Azzura, yang akan menuntut ilmu dinegeri seberang, akan melupakan temannya ini, Rue. Semua kenanganku bersamanya, ..kupejamkan mataku, hhh...memang berat jika kita mengagumi seseorang yang luar biasa, andaikan dia tahu perasaanku..kurasakan perasaan ini mengalir dalam hatiku...

Bergerak diriku, melintasi waktu
Setiap degup jantungku, beriring berpacu
Menghela nafasku, akhiri jedaku
Entah apa rasaku, mungkinkah lelahku
Tlah kusadari jiwa ini sungguh terlalu
Apa yang telah kutemu, kan hilang berlalu
Mengapa tak kupahami semenjak dahulu
Luruhlah, pupuslah di buaian pilu

Ada yang mengusikku, hampiri benakku
Seakan mengajakku, rajut lembaran baru
Gundah gulanaku, masih perih dan biru
Kemana ku mengadu, tuk sembuhkan lukaku
Namun perlahan sesuatu penuhi dadaku

Apakah ini artinya ku didera rindu?
Biarkan biarkan mengalun sendu
Bening basah di pipiku, tak hiraukan perasaanku
Teruskanlah melagu,
mengantarkan syahdu
Jernihkan suaraku, resapkan di kalbu
Biarkan ia mengalun sendu
biarkan ia mengalun sendu




* to be continued...




RELATED POSTS

5 comments

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email