Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Untuk kita aktivis dakwah...

20.10 Ecky A. 0 Comments Category :

Untukmu aktivis dakwah…

From Al Qur’an lovers MyQers MyQuran.com


Malam yang dingin. gerimis telah menjelma menjadi hujan.deras. seorang aktivis, sebut saja akhi "X" mengayuh sepeda tuanya menyusuri jalan yang semakin mencekam. 30 menit kemudian ia telah tiba di Mesjid An-Nur dengan pakaian basah kuyup. ia menggigil kedinginan. di mesjid itu sedang diselenggarakan acara MABIT (Malam Bina Iman dan Taqwa), dimana ia sebagai salah seorang Panitia. Sepi. hanya 2 orang ikhwan yang hadir diantara puluhan yang mendaftar. 3 jam menunggu tapi anggota tak bertambahSore yang berkabut, hujan turun dengan deras sekali. akhi "X" masih mengayuh sepeda kesayangannya menuju tempat halaqah. tepat pukul 15.30 ia tiba. sesuai agenda. dengan tubuh yang kuyup ia tersenyum. menyapa temannya. "Assalamualaikum,akhi

Begitulah penggalan perjuangan pemuda dalam dakwah. tak kenal lelah. tak kenal henti. apalagi hanya dengan hambatan kecil seperti itu. tak seperti rakyat Palestina yang harus hidup diantara bising peluru dan bayangan rudal yang sewaktu-waktu bisa merenggut nyawa mereka. kita masih diuji dengan sedikit hambatan dakwah. tapi kemudian banyak yang berkeluh-kesah, bersedih, putus asa atau bahkan berhenti dari aktivitas yang dinamakan 'Dakwah'. apa kita tidak memerlukan dakwah? sehingga kita merasa menyesal jika semua cita tidak terlaksana. atau kita menyesal ketika kita merasa kita telah gagal dalam dakwah?. sesungguhnya kitalah yang membutuhkan dakwah. betapa dakwah telah banyak memberikan pelajaran yang berharga bagi kita. dakwah telah mengajarkan bagaimana cara mencucurkan airmata, dakwah telah mengajarkan kita akan persaudaraan,akan cinta, akan makna hidup yang sebenarnya hingga darah dan airmata yang tertumpah di dalamnya menjadi permata berharga bagi kita. bukankah dakwah telah membuat kita lebih merasa menjadi 'manusia?

Suatu hari akhi "x' berada dalam gelombang demonstran yang besar. menggunakan kafiyeh dan sepucuk pistol mainan di tangannya. saat itu ia sedang puasa, tapi terik mentari yang membakar punggungnya tak terasa. "Allahu Akbar!", pekiknya dengan nada gemetar. dan lihatlah.....lihatlah........ia menangis, ia meneteskan air mata. matanya berkaca-kaca
memang, dakwah membutuhkan pengorbanan.baik harta, jiwa maupun raga. karena Allah telah membeli orang yang berdakwah di jalannya dengan alat tukar surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai. Allah tidak melihat hasil dalam berdakwah tapi bagaimana ia berproses, itu yang penting. karena mau tidak mau pada akhirnya Allah akan memenangkan kaum Muslim. dengan atau tanpa kita. maukah kita menjadi bagian dari pelaku kemenangan


Jumat, 20 November 2006 terdengar berita bahwa akhi 'X' meninggal dunia setelah dianiaya oleh orang tak dikenal. Innalillah...kita telah kehilangan seorang pemuda berumur 19 Tahun yang mengabdikan diri di jalan dakwah, kita telah kehilangan mutiara berharga yang mencoba menerangi jutaan manusia.

RELATED POSTS

0 comments

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email