Harmony Clean Flat Responsive WordPress Blog Theme

Sebuah niat...

16.31 Ecky A. 1 Comments Category :


بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum wr wb...
pengen cerita sedikit pengalaman...
baru2 ini saya jadi panitia sebuah acara yang dilaksanakan oleh K.P.M.D (kesatuan pelajar muslim depok), berhubung saya jadi anggota seksi humas...
hari itu,h-1 acara, saya dan teman saya (riky, kalo temen2 kenal) harus mengambil spanduk acara dan buku2 dari GIP (juanda) untuk bazar...

semua berjalan lancar sampe saat kita lagi di margonda,hujan turun...pertama2 sih biasa....gak biasa...hujan deres.......

perjalanan ke GIP sempet tertunda, karena takut kesorean, kami lanjut lagi....
dingin, keujanan, naik motor.....
(btw,tiba2 ada temen saya abis rapat KPMD (Azmi,kalo temen2 kenal),menyalip kami...di teriak kalo di abis jatoh dari motornya.......kasian jg,mana ujan2 lg...)

lanjut, nah..tiba di GIP,hari udah dikit lagi maghrib...kami tanya k pos satpam, ternyata spanduk blm jd dan harus ngambil sendiri ke SA Grafika (margonda)...kami bingung jg,kami menunggu hujan sambil berpikir tindakan selanjutnya...


sehabis shalat maghrib, hujan masih turun,tapi kami putuskan untuk lanjut membawa buku2 GIP (yang berat banget2an kalo dibawa pake motor), sambil ke SA Grafika ngambil spanduk...


perjalanan kami rasakan bener2 berat, hujan, dingin, dengan bawaan 1 dus besar buku membuat kami bingung...kaki saya amat sakit saat itu, sedangkan punggung riky harus menahan berat dus buku sambil membawa motor....(ya, bisa saya katakan berat karena selain kedinginan, hujan, dan berat, kami juga agak khawatir terjatuh, karena jalanan juanda agak rawan jg menurut saya...)

saat itu ada sebuah percakapan yang cukup membuat saya berpikir...

eQ : kalo udah kya gni, acaranya harus bagus nih...
Riky : menurut gw, tanpa kita pun acara bakal tetep jalan...

hmmm....perkataan riky saat itu cukup membuat saya berpikir.....

y,memang apa yg kami bawa gak se-urgent pengisi acara atw sejenisnya,,tapi apakah orang2 yang akan menanti kami akan berpikiran bahwa tanpa kami pun acara kita akan berjalan dengan baik?pedahal kami melakukan semua ini karena kami merasa punya kewajiban...


==================================================================


pengalaman di atas tadi membuat saya berpikir, di kehidupan kita pun, terkadang pemberian nilai sebuah kebaikan atau pertolongan dinilai dari sebuah materi, yang sering kita anggap sebagai titik ukur paling layak apakah hal itu bagus-jelek, penting-tidak penting,atau sebagainya...

terkadang kita lupa, bahwa niat dari diri orang lain, bahwa perjuangan dari orang lain, bahwa ketulusan dari orang lain, yang mencoba membantu kita, memberikan kita sesuatu, ataupun hanya menanyakan kabar kita...lebih penting nilainya daripada materi yang dia berikan kepada kita...

kita terkadang lupa, bahwa jika di menanyakan kabar kita, itu tanda bahwa dia -at least- masih inget dengan kita...
kita terkadang lupa, bahwa jika di sekedar memberikan nasihat, support kepada kita, itu adalah tanda bahwa dia ingin kita menjadi lebih baik....



y...pengalaman tadi cukup membuat saya berpikir...
dan pengalaman tadi, Insya Allah bisa dijadikan sebagai sebuah proses saya menuju kedewasaan...




ecky a.
6 Desember 06

===================================================================




Jazakillah riky,bwat kata2 yang mungkin terlihat kecil, tapi cukup bisa di jadikan sebagai tafakur gw....

RELATED POSTS

1 comments

  1. mmm,,,nyentuh bgd...

    ^.^





    makasyi y Q,,untuk mnjd ispirasi entah untuk yg kbrapa kali...



    bdw,,koq hari ini ta masuk????26jan07

    BalasHapus

Terima kasih atas apresiasinya :)
Klik beritahu saya untuk mendapatkan notifikasi komentar selanjutnya via email